Harga Emas Tertekan Spekulasi Damai AS-Iran, Berpotensi Turun Mingguan

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:35 WIB
Harga Emas Tertekan Spekulasi Damai AS-Iran, Berpotensi Turun Mingguan

Harga emas dunia bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (12/6/2026) di tengah munculnya spekulasi mengenai potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun sempat mencatat kenaikan tipis, logam mulia ini tetap berada dalam tekanan dan berpotensi menutup pekan ini dengan pelemahan signifikan.

Berdasarkan data dari Investing, harga emas spot naik 0,2 persen ke level 4.220,27 dolar AS per ons troi. Namun, sepanjang pekan ini, emas masih berpotensi mencatat penurunan lebih dari dua persen. Sementara itu, kontrak emas berjangka mencatat penguatan yang lebih besar, yakni sebesar 3,1 persen, ke posisi 4.241,51 dolar AS per ons troi.

Sentimen pasar saat ini banyak dipengaruhi oleh laporan mengenai negosiasi antara Teheran dan Washington. Kesepakatan yang tengah dirumuskan itu disebut-sebut dapat membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan sebagian ketegangan geopolitik yang telah berlangsung lama. Optimisme terhadap prospek perdamaian ini turut menekan harga minyak dunia. Kontrak minyak mentah Brent tercatat ambles 4,3 persen ke level 86,47 dolar AS per barel, setelah sehari sebelumnya kembali berada di bawah 90 dolar AS per barel.

Penurunan harga energi dinilai mampu mengurangi risiko lonjakan inflasi global. Sebelumnya, kekhawatiran akan inflasi yang tinggi mendorong spekulasi bahwa bank-bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve, akan kembali menaikkan suku bunga acuan. Bagi emas, prospek suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, daya tarik emas cenderung memudar ketika tingkat bunga meningkat.

Saat ini, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan. Meski demikian, para pelaku pasar masih melihat adanya peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Ekspektasi awal tahun bahwa The Fed akan memulai siklus pemangkasan suku bunga pada 2026 kini hampir sepenuhnya sirna. Kondisi ini semakin memperkuat tekanan terhadap harga emas di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar