Secara historis, periode Lebaran memang jadi pendorong signifikan untuk pendapatan di semester pertama. Makanya, ASLC cukup optimis bisa raih pertumbuhan double digit sepanjang 2026. Ekspansi jaringan dan optimalisasi ekosistem bisnis mobil bekas jadi tulang punggungnya.
Optimisme ini punya dasar. Capaian hingga kuartal III-2025 terbilang solid: pendapatan Rp713 miliar, tumbuh 15% year-on-year, dengan laba bersih mencapai Rp33,9 miliar. Tapi manajemen bilang, fokus mereka bukan cuma tumbuh, melainkan juga menjaga profitabilitas.
Jelas Jany lagi. Intinya, kualitas dan transparansi jadi kunci.
Dengan semua strategi itu, ASLC yakin bisa memaksimalkan momen musiman Lebaran. Sekaligus, tentu saja, memperkuat fondasi bisnisnya untuk pertumbuhan jangka panjang di tahun 2026.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Negosiasi Damai di Timur Tengah
BSA Logistics Resmi IPO, Kumpulkan Rp304 Miliar untuk Akuisisi
Presiden Prabowo Serukan Hemat Energi dan Transisi ke Listrik Meski SDA Melimpah
Komisaris Utama TOBA Bacelius Ruru Mundur untuk Regenerasi