Kecelakaan Maut di Tol Lampung, 207 Ribu Pil Ekstasi Berhamburan

- Senin, 24 November 2025 | 22:30 WIB
Kecelakaan Maut di Tol Lampung, 207 Ribu Pil Ekstasi Berhamburan
Kronologi Penangkapan Kurir Ekstasi

Mobil Nissan X-Trail itu ringsek tak karuan. Keadaan di KM 136B Tol Lampung itu kacau, dan sang pengemudi, Muhammad Raffi, hilang entah ke mana. Tapi di dalam mobil yang hancur itu, justru tersimpan rahasia gelap: sebuah tas, dan sejumlah bungkusan di sekitarnya, berisi 207.529 butir pil ekstasi. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (20/11), dan jadi awal dari sebuah pengejaran.

Setelah tiga hari menghilang, Raffi akhirnya berhasil dibekuk. Tim gabungan dari Subdit 4 dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengamankannya di Tangerang, Banten, tepat pada hari Minggu (23/11).

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, membenarkan penangkapan itu.

“Muhamad Raffi berhasil diamankan oleh tim gabungan Subdit 4 dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujar Eko dalam keterangannya di hari Senin (24/11).

Lantas, bagaimana cerita lengkapnya? Ternyata, ini berawal dari sebuah telepon. Seorang yang diduga bernama Udin yang sampai sekarang masih buron menghubungi Raffi dan memberi tugas. Raffi diminta menjemput paket haram itu dari Palembang dan mengantarnya dengan aman ke Jakarta.

Tanpa banyak pikir, Raffi pun berangkat. Ia ditemani Roro, yang disebut sebagai istrinya, mengendarai X-Trail yang sama. Sampai di Palembang, kontaknya berganti. Seorang berinisial UKM yang kemudian menyerahkan ekstasi dalam jumlah fantastis itu di sebuah hotel. Transaksi selesai, misi pun dimulai.

Namun begitu, Roro rupanya tidak ikut dalam perjalanan maut itu. Dia memilih pulang ke Medan lewat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang. Raffi sendirian melaju di tol, membawa barang terlarang yang bisa menghancurkan ribuan hidup.

Menurut penuturan Eko, kecelakaan itu terjadi karena kelelahan. “Pada saat memasuki waktu subuh Muhammad Raffi mulai mengantuk tetapi tetap melanjutkan perjalanan dan terjadi kecelakaan karena mengalami micro sleep,” jelasnya. Sekejap tertidur di kemudi, cukup untuk mengubah segalanya.

Sadar situasinya kacau, Raffi langsung panik. Dia berusaha membuang barang bukti ke semak-semak, lalu kabur dengan berjalan kaki. Dia terus berjalan sampai akhirnya menemukan angkutan umum yang membawanya kembali ke Jakarta, meninggalkan mobil dan barang buktinya.

Dalam pelariannya, Raffi sempat menemui keluarganya yang berada di Kabupaten Tangerang. Dia juga mencari pengobatan tradisional untuk menyembuhkan luka-lukanya akibat kecelakaan. Tapi ternyata, jejaknya sudah terlacak.

Eko menambahkan, saat tim datang menangkap, Raffi masih berusaha melarikan diri.

“Saat Tim Gabungan melakukan pengembangan tersangka berusaha untuk melarikan diri sehingga petugas kepolisian melakukan tindakan tegas dan terukur,” tuturnya. Aksi kaburnya sia-sia. Kurir itu akhirnya jatuh juga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar