Hi!Pontianak - Sebuah video yang direkam warga tiba-tiba viral. Isinya memperlihatkan Kantor Desa Tanjung di Kecamatan Suhaid, Kapuas Hulu, pelan-pelan ambruk ke tanah. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 23 November 2025.
Dalam rekaman itu, bangunan berwarna hijau itu terlihat goyah sebelum akhirnya benar-benar rubuh. Rupanya, kantor desa itu sudah lama bermasalah.
Camat Suhaid, Candra Ardiansyah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kantor desa itu adalah bangunan tua yang berdiri sejak 2007.
“Kondisi tersebut bisa dikatakan sebagai penyebab roboh atau tumbang (bukan ambruk). Sebelumnya, bangunan tersebut sudah miring karena pondasi tiangnya bergeser dan berdiri di tanah becek,”
kata Candra ketika dihubungi Hi!Pontianak, Selasa, 25 November 2025.
Desainnya memang model panggung dengan tiang setinggi 3 meter. Sayangnya, lokasinya berada di atas tanah rawa yang rawan banjir. Tak heran kalau pondasinya lama-lama bergeser.
Di sisi lain, pelayanan untuk warga ternyata sudah dialihkan sejak enam bulan lalu. Kepala Desa mengambil inisiatif menggunakan gedung Posyandu agar urusan administrasi warga tidak terhambat.
Lalu, bagaimana dengan rencana perbaikannya?
“Ada rencana perbaikan dilakukan tahun 2025 ini. Tetapi, pada tahun 2025, anggaran Dana Desa atau DD tidak boleh digunakan untuk pembangunan gedung kantor desa berdasarkan Permendes nomor 2 tahun 2025 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa,”
jelas Candra lagi.
Jadi, meski sudah direncanakan, aturan ternyata tak memungkinkan dana desa dipakai untuk membangun kembali kantor yang roboh itu. Situasi yang cukup dilematis bagi pemerintah setempat.
Artikel Terkait
Polisi Kerahkan 1.200 Personel Amankan Peringatan May Day di Makassar
Mahfud MD: Kritik Inflasi Pengamat Tak Tepat, Justru Inflasi Pejabat yang Perlu Dibahas
BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Makassar Sepanjang Hari, Warga Diimbau Waspada
Unhas Kukuhkan Kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Periode 2026-2030