MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi punya nahkoda lagi untuk lima tahun ke depan. Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., kembali dipercaya memimpin kampus merah tersebut untuk periode 2026-2030.
Pelantikannya digelar di Baruga AP Pettarani, Kampus Tamalanrea, Senin (27/4/2026). Suasananya khidmat, penuh dengan harapan. Momentum ini, kata banyak orang, jadi titik start buat Unhas untuk bikin lompatan besar apalagi di tengah tekanan disrupsi teknologi yang makin kencang.
Prosesi pelantikan langsung dipimpin Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas, Prof. Andi Alimuddin Unde. Acara ini dihadiri sederet tokoh, dari tingkat nasional sampai daerah. Ada anggota DPR RI dan DPD RI seperti AM Nurdin Halid, Tamsil Linrung, A. Waris Halid, juga Kamrusamad.
Di sisi lain, tampak pula mantan Ketua Kadin yang juga anggota MWA Unhas, Arsjad Rasjid. Ada juga Presdir Freeport Tony Wenas dia juga anggota MWA. Tak ketinggalan, perwakilan kepolisian, TNI, Kejaksaan, jajaran Forkopimda Sulsel, para kepala daerah, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ramai betul.
Dalam pidatonya, Prof. Jamaluddin Jompa akrab disapa Prof. JJ punya kiasan menarik. Ia bilang, memimpin di periode kedua ini seperti jadi nakhoda yang sedang mengarungi lautan dengan cuaca yang tidak menentu. Kadang tenang, kadang badai. Tapi ia teguh.
“Periode kedua ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Kita harus melepas ego sektoral antar-fakultas. Di Unhas tidak ada pemain tunggal. Unhas adalah bangunan dengan struktur kokoh yang saling mendukung, berdiri di atas pondasi teologis dan kultural yang diletakkan oleh Prof. Mattulada nilai-nilai Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi.”
Nah, soal capaian, Prof. JJ membeberkan beberapa hal. Selama empat tahun terakhir, misalnya, Unhas berhasil melampaui standar nasional dalam pemberian beasiswa. Kini, 28 persen mahasiswa dapat bantuan finansial. Ia menegaskan, jangan sampai ada mahasiswa yang putus kuliah cuma karena masalah biaya.
Menghadapi masa depan, Unhas lagi bertransformasi. Mereka menyiapkan program studi kecerdasan buatan (AI) dan robotik. “Kami sudah menyiapkan prodi AI dan mengadopsi teknologi terbaru, seperti pengembangan drone yang komponennya kini dilirik oleh negara lain,” tambah Prof. JJ dalam keterangan persnya.
Ia juga bilang, “Kita tidak sekadar mengulang yang sudah ada atau ikut arus di Indonesia. Kita ingin menjadi hub inovasi baru, termasuk melalui kerja sama global seperti ASEAN-China Center of Excellence.”
Soal tantangan internal, Rektor tegas. Komitmennya: nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun seksual. Unhas sudah memperkuat Satgas dan Kelompok Kerja (Pokja) lintas unsur yang independen. Sanksi tegas bakal diberikan bagi pelanggar, sesuai petunjuk teknis kementerian.
Beberapa pencapaian lain disebutkan dalam pidato itu. Misalnya, Unhas masuk Ranking 951 dari 1000 QS World University Rankings 2026. Juga ranking 201 Asia, ranking 251 Pertanian dan Kehutanan, ranking 301 dari 400 Politik, dan ranking 601 dari 650 untuk fakultas kedokteran QS WUR. Oh iya, Unhas juga peringkat 85 dunia UI Green Metric. Dan yang bikin bangga, juara umum Pimnas dua tahun berturut-turut, 2024-2025.
Sementara itu, Ketua MWA Unhas, Prof. Andi Alimuddin Unde, memberikan apresiasi tinggi. “Di bawah kepemimpinan Prof. JJ, Unhas memiliki pondasi kokoh dengan tata kelola keuangan yang akuntabel dan efisien,” katanya.
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju World Class University (WCU) masih panjang. Persaingan global makin ketat. “Unhas tidak boleh hanya bertahan, tapi harus melompat. Kita perlu menyederhanakan birokrasi dan terus berinovasi. Jadikan Unhas kebanggaan Indonesia di kancah internasional,” tegas Prof. Alimuddin Unde.
Artikel Terkait
Kemensos Percepat Digitalisasi Bansos, Bentuk Tim Lintas Sektor demi Tepat Sasaran
Superbank Gelar RUPST Perdana Pasca-IPO, Catat Laba Sebelum Pajak Rp143,3 Miliar di 2025
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Kulon Progo Rampung Juni 2026, Tampung 1.080 Siswa
Kementerian Ekraf Dorong Musisi Tak Hanya Berkarya, Tapi Juga Ciptakan Dampak Ekonomi