MURIANETWORK.COM – Stok beras nasional akhirnya menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dan di balik pencapaian itu, nama Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum BULOG mendapat sorotan. Ia baru saja dinobatkan sebagai CEO terpopuler tahun 2026.
Penghargaan ini datang di saat sektor pangan global sedang tidak baik-baik saja. Banyak negara kelimpungan menjaga pasokan. Tapi di tengah hiruk-pikuk itu, Indonesia justru mencatat sesuatu yang langka.
Hingga 23 April 2026, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG mencapai 5.000.198 ton. Angka ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah rekor baru. Dan ini bukan sekadar angka di atas kertas ini soal perut rakyat.
Berkat capaian itu, Rizal diganjar penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026. Kategorinya: “Most Popular”. Acara ini digelar oleh The Iconomics, dan menurut mereka, Rizal layak mendapat tempat spesial.
Tapi Rizal sendiri tidak mau jumawa. Ia bilang, penghargaan ini bukan soal dirinya seorang.
“Penghargaan ini milik seluruh keluarga besar BULOG. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Ia juga menekankan bahwa stok 5 juta ton itu bukan sekadar pencapaian teknis. Lebih dari itu, ini bukti bahwa negara benar-benar hadir. Bahwa pemerintah tidak sekadar bicara, tapi juga bertindak terutama dalam menjamin kebutuhan pokok rakyat.
Menurutnya, capaian ini jadi fondasi penting. Terutama untuk menghadapi gejolak harga pangan global yang kapan saja bisa terjadi. Tidak ada yang tahu kapan krisis berikutnya datang. Tapi setidaknya, Indonesia punya bantalan.
Kalau kita lihat ke belakang, pada 2025 lalu stok CBP BULOG tercatat 4,2 juta ton. Lonjakan ke 5 juta ton di 2026 ini bukan kebetulan. Ada kerja keras di baliknya. Konsistensi. Dan yang paling penting, ada arah yang jelas.
Lalu apa yang membuat semua ini bisa terjadi? Bukan satu faktor saja. Tapi kombinasi dari berbagai langkah strategis. Mulai dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras dari petani lokal, penguatan kolaborasi lintas sektor, hingga modernisasi sistem logistik dan pergudangan.
Bicara soal infrastruktur, BULOG saat ini didukung lebih dari 1.500 gudang milik sendiri. Ditambah sekitar 1.200 gudang mitra yang tersebar di berbagai pelosok negeri. Bayangkan dari Sabang sampai Merauke, gudang-gudang itu memastikan distribusi beras berjalan efektif. Tidak ada yang timpang. Setidaknya, itu yang mereka usahakan.
Rizal menambahkan, capaian ini sekaligus mempertegas posisi BULOG. Bukan cuma sebagai penjaga stabilitas harga, tapi juga sebagai penggerak kemandirian pangan. Peran yang mungkin dulu dianggap remeh, kini makin terasa pentingnya.
Dengan fondasi yang semakin kokoh, BULOG optimistis bisa terus menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Tapi lebih dari itu, mereka ingin mendorong terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Bukan sekadar swasembada, tapi benar-benar berdaulat. Dan itu butuh waktu, konsistensi, dan tentu saja kerja keras tanpa henti.
Artikel Terkait
Alex Marquez Menang di MotoGP Spanyol 2026 Usai Marc Marquez Jatuh, Bezzecchi Kokoh di Puncak Klasemen
Lebih 800 Alumni Unair Reuni di Jakarta, Hadirkan PADI Reborn hingga Bincang Strategis
Psikolog Ungkap Bahaya Merasionalkan Pelecehan: Tubuh Beri Sinyal, Jangan Diabaikan
IHSG Ambruk 3,38% ke 7.129, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi