IDXChannel – Tepat di Hari Bumi, 22 April 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan kampanye 'Aku Net-Zero Hero'. Bukan sekadar seremoni, ini inisiatif yang cukup strategis. Tujuannya? Mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup rendah karbon. Di sisi lain, kampanye ini juga ingin memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional lewat Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon.
Dalam pelaksanaannya, IDXCarbon tidak bergerak sendirian. Mereka menggandeng beberapa pihak: Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan Jejakin. Kolaborasi ini diharapkan bisa membuat gaya hidup rendah karbon terasa lebih sederhana, terukur, dan yang paling penting mudah diakses oleh banyak orang.
Risa E Rustam, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum BEI, menjelaskan bahwa kampanye ini adalah bagian dari upaya BEI untuk memperkuat peran pasar dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional. Menurutnya, transisi menuju net zero bukan cuma tanggung jawab korporasi besar. Ini gerakan bersama.
“Melalui Aku Net-Zero Hero, BEI ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi,” ujar Risa dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (26/4/2026). “Karena transisi menuju net zero tidak hanya tanggung jawab korporasi, tetapi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat.”
Peluncuran ini juga jadi langkah konkret BEI untuk memperluas basis partisipan pasar karbon. Tidak hanya dari korporasi, tapi juga individu. Dengan begitu, transisi menuju ekonomi rendah karbon diharapkan bisa lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, dari pihak Pertamina NRE, Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis AAA Indira Pratyaksa mengungkapkan bahwa perusahaan mereka adalah pionir perdagangan kredit karbon di IDXCarbon. Pertama kali, mereka memperdagangkan kredit karbon dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi area Lahendong unit 5 dan 6.
“Kali ini Pertamina NRE kembali menerbitkan kredit karbon dari proyek yang berbeda,” kata Indira. “Yaitu pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang dikelola perusahaan.”
Dia menambahkan, kredit karbon ini berkontribusi dalam bentuk aksi kampanye bersama pengurangan emisi karbon melalui Livin’ Planet, sebuah fitur dalam aplikasi Livin’ by Mandiri aplikasi mobile banking milik Bank Mandiri.
Nah, soal perhitungan karbonnya, kampanye ini menggandeng Jejakin. Menurut Indira, ketika seseorang melakukan offsetting, sebenarnya ia sedang mendukung proyek nyata. Misalnya, pengolahan limbah menjadi energi di Sei Mangkei. “Di situlah esensi dari transisi energi,” ujarnya. “Bagaimana setiap langkah kecil dapat dikonversi menjadi dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.”
Peluncuran kampanye Aku Net-Zero Hero juga punya misi lain: memperluas literasi publik tentang pasar karbon. Sekaligus membangun ekosistem yang inklusif dan kredibel. Dengan akses yang lebih luas, kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong partisipasi aktif publik dalam menjawab tantangan global menuju target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Sebagai informasi tambahan, PLTBg Sei Mangkei punya kapasitas 2,4 Megawatt (MW). Proyek ini mengolah palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit menjadi energi listrik. Hasilnya? Emisi gas metana bisa berkurang secara signifikan.
Proyek ini menunjukkan bahwa solusi berbasis energi bersih tidak cuma soal menurunkan emisi. Lebih dari itu, ia menghadirkan nilai tambah ekonomi dan keberlanjutan di tingkat operasional. Sebuah langkah kecil, tapi dampaknya bisa besar.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Mayapada Hospital Luncurkan Teknologi Kedokteran Nuklir untuk Tingkatkan Presisi Perawatan Kanker
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26 Juta, IHSG Justru Terkoreksi 6,6% dalam Sepekan
Pekan Terakhir April 2026: Tiga Faktor Global Picu Ketegangan Pasar Minyak dan Emas
Bapanas Izinkan Penggunaan Kemasan Beras SPHP Tahun 2023–2025 Akibat Kelangkaan Bahan Baku Plastik