JAKARTA – Langkah PSSI untuk mendongkrak kualitas sepak bola nasional ternyata tak cuma di lapangan. Kali ini, mereka mendatangkan tenaga ahli dari Inggris. Alistair Smith, seorang pakar pengembangan sepak bola, resmi bergabung untuk memperkuat Departemen Pendidikan dan Pengembangan. Ini jelas upaya serius untuk membenahi sistem pembinaan dari akarnya.
Menurut Alexander Zwiers, Direktur Teknik PSSI, kedatangan Smith bukan sekadar formalitas. "Kami dengan senang hati menyambut Alistair Smith untuk mendukung departemen Pendidikan dan Pengembangan PSSI," tulisnya di Instagram, Kamis lalu.
Zwiers menegaskan, langkah ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang. Tujuannya membangun fondasi pendidikan sepak bola yang lebih kokoh.
"Langkah ini memperkuat komitmen jangka panjang kami terhadap pendidikan pelatih, memberdayakan pemain, pelatih, dan pemimpin untuk masa depan sepak bola Indonesia. Selangkah demi selangkah, kami terus mengembangkan permainan ini," ujarnya.
Di sisi lain, Alistair Smith sendiri terlihat antusias. Baru beberapa hari menjalani peran barunya, dia langsung menyelami tantangan yang ada. Lewat akun LinkedIn-nya, dia mengaku tertarik mempelajari langsung budaya sepak bola di sini.
"Saya memulai peran baru bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan akan menghabiskan beberapa minggu ke depan untuk mempelajari kecintaan masyarakat terhadap sepak bola di negara ini," tulis Smith.
Namun begitu, dia sadar betul tugasnya tak akan mudah. Indonesia itu luas sekali. Karakter sepak bolanya pun beragam dari satu daerah ke daerah lain.
"Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan lebih dari 17.000 pulau dan begitu banyak perbedaan serta keunikan jadi masih banyak hal yang harus dilakukan dan dilihat," tambahnya.
Track record Smith sebenarnya cukup mentereng. Dia punya pengalaman luas di dunia pendidikan pelatih. Kariernya meliputi kerja di FA Inggris, UEFA, bahkan FIFA. Tak hanya di Eropa, dia juga pernah berkecimpung di Asosiasi Sepak Bola Yordania.
Pengalaman internasionalnya itulah yang diharapkan bisa membawa angin segar. PSSI berharap Smith bisa membantu menyusun sistem pendidikan pelatih yang lebih mumpuni, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan pemain jangka panjang. Ini tentang membangun fondasi, bukan sekadar proyek instan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Bidik Kejutan di Moto3 Le Mans Usai Finis Keenam di Spanyol
Hansamu Jadi Bulan-Bulanan Usai Arema FC Dibantai Persebaya 0-4 di Derbi Jatim
Persebaya Hajar Arema 4-0 di Derbi Jawa Timur, Rivera Cetak Dua Gol
Persija Vs Persib di GBK Terkendala Izin Bertahap, Laga Kontra Solo Jadi Penentu