Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Iran telah menyetujui sebuah kesepakatan berbasis kinerja dengan Amerika Serikat, sebuah terobosan diplomatik yang menandai perubahan signifikan dalam hubungan kedua negara. Kesepakatan ini dirancang dengan mekanisme yang mempersyaratkan konsesi nyata dari pihak Teheran sebelum mereka dapat menikmati keringanan sanksi ekonomi yang selama ini membebani perekonomian negara tersebut.
Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rincian teknis dari perjanjian tersebut. Menurutnya, material nuklir Iran akan dihancurkan dan dipindahkan ke lokasi yang aman, sementara seluruh program nuklir negara itu akan dibongkar secara bertahap. Pejabat itu menegaskan bahwa tidak ada satu pun dana Iran yang akan dilepaskan sebelum mereka memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati.
“Inilah yang telah mereka setujui. Ini adalah kesepakatan berbasis kinerja,” ujar pejabat tersebut dalam pernyataannya.
Selain isu nuklir, kesepakatan ini juga mencakup aspek keamanan regional yang krusial. Iran disebutkan telah setuju untuk menjaga keterbukaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Di sisi lain, Teheran juga berkomitmen untuk menghentikan pendanaan terhadap kelompok-kelompok yang oleh AS dikategorikan sebagai organisasi teroris.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan sinyal optimisme melalui platform media sosial X. Ia menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan memberikan hasil yang baik bagi Amerika Serikat, dengan satu atau lain cara, dalam menangani persoalan Iran. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun jalur diplomasi telah terbuka, pemerintahan Trump tetap memiliki opsi-opsi lain jika negosiasi tidak berjalan sesuai harapan.
Artikel Terkait
Speedboat Tenggelam di Perairan Maluku Barat Daya, Tujuh Penumpang Dinyatakan Hilang
Presiden Prabowo Terima Surat Apresiasi dari Pelajar SMK Sorong atas Bantuan Perpustakaan, Toilet, dan Makan Bergizi Gratis
Kejagung Periksa Bankir Maybank dalam Kasus Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit
Kejagung Tetapkan Komisaris Perusahaan Sepeda Motor Listrik sebagai Tersangka Kelima Korupsi Makan Bergizi Gratis