Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau yang lebih dikenal dengan Bakom. Posisi ini sebelumnya dipegang oleh Angga Raka Prabowo. Nah, perombakan ini ternyata juga berdampak ke jabatan lain.
Di sisi lain, posisi Kepala Staf Presiden (KSP) yang ditinggalkan Qodari kini jatuh ke tangan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Jadi, ada semacam pergeseran kursi di lingkaran istana.
Menariknya, soal harta kekayaan, Qodari bukanlah orang baru di lingkungan pemerintahan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala KSP. Dan berdasarkan laporan LHKPN yang dikelola KPK, kekayaannya tercatat cukup fantastis: Rp261 miliar lebih. Tepatnya Rp261.937.383.652. Laporan itu diserahkan pada 19 Januari 2025, sebagai laporan khusus awal saat ia mulai menjabat di posisi sebelumnya.
Yang bikin melongo, harta Qodari ini didominasi oleh tanah dan bangunan. Banyak banget. Total ada 176 bidang. Tersebar di mana-mana: Jakarta Selatan, Depok, Bogor, Palangkaraya, Lombok Utara, Sukabumi, Bandar Lampung, Balikpapan, Pulang Pisau, Jakarta Pusat, sampai Lampung Utara. Nilainya? Sekitar Rp182,7 miliar.
Selain properti, ia juga punya koleksi kendaraan. Tercatat ada tiga mobil dan satu motor. Mobilnya antara lain Kijang Innova 2018, Neta V-II 2024, dan Wuling Air EV Long Range 2022. Motornya Honda Rebel 2022. Total nilai kendaraan ini mencapai Rp933 juta.
Belum selesai. Masih ada harta bergerak lainnya senilai Rp9,8 miliar, surat berharga Rp475 juta, serta kas dan setara kas yang jumlahnya Rp70,7 miliar. Ada juga harta lain-lain sekitar Rp11 juta. Tapi, ia juga punya utang. Tercatat utangnya sebesar Rp2,85 miliar. Jadi setelah dikurangi utang, total bersih kekayaannya tetap di angka Rp261,9 miliar.
Sejumlah pihak mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang pejabat negara memiliki kekayaan sebanyak itu? Tapi ya, itu semua sudah dilaporkan dan tercatat di KPK. Transparansi seperti ini yang kadang bikin publik bisa sedikit banyak tahu soal profil pejabatnya.
Yang jelas, perombakan jabatan ini dari KSP ke Bakom menunjukkan ada dinamika di dalam kabinet. Kita lihat saja bagaimana kinerja Qodari di posisi barunya nanti. Sementara Dudung, yang notabene mantan jenderal, kini mengisi posisi yang ditinggalkan. Dua figur, dua latar belakang berbeda, sama-sama di bawah komando Prabowo.
Artikel Terkait
Batalyon A Pelopor Brimob Metro Jaya Gelar Pelatihan Tactical Commander untuk Perkuat Kemampuan Komandan Lapangan
Banjir Besar Landa Merangin, Lebih dari 400 Rumah Terendam dan Ratusan Warga Dievakuasi
Menteri Fadli Zon Tinjau Song Art Museum di China, Kandidat Venue Indonesia-China Cultural Year 2027
Andre Rosiade Dorong Perantau Minang Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Optimalkan Aset di Semarang