Analis Kiwoom Proyeksikan Pasar Modal Indonesia Masuki Fase Eksplosif pada 2026

- Kamis, 19 Februari 2026 | 06:40 WIB
Analis Kiwoom Proyeksikan Pasar Modal Indonesia Masuki Fase Eksplosif pada 2026

Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) direkomendasikan dengan target harga Rp5.950, ditopang yield dividen yang menarik. Sementara PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) ditargetkan Rp1.635, mengandalkan pemulihan profitabilitas.

Dari industri pulp dan kertas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dipatok Rp10.800 seiring penambahan kapasitas produksi. Untuk sektor ritel otomotif, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) ditargetkan Rp540.

Di sektor peternakan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi pilihan dengan target Rp3.110, didorong oleh stabilisasi harga pakan dan program pemerintah. Infrastruktur digital diwakili oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang ditarget Rp630, berkat proyek kabel laut dan fiber optik.

Properti diwakili oleh PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) dengan target Rp1.650 setelah membukukan kinerja positif. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dari sektor energi ditargetkan Rp2.000, seiring peningkatan produksi.

Di telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dipatok Rp4.000 dengan katalis spin-off aset. Terakhir, PT RMK Energy Tbk (RMKE) ditargetkan Rp13.100, memanfaatkan perubahan logistik batu bara ke jalur kereta api.

Adaptasi adalah Kunci Utama

Kiwoom menegaskan bahwa 2026 adalah panggung bagi investor yang mampu beradaptasi dan membaca arah angin dengan tajam. Pasar diperkirakan tidak akan bergerak seragam, tetapi didorong oleh emiten dengan narasi kuat dan likuiditas tinggi.

“Tahun 2026 menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas stock picking,” tegas laporan tersebut.

Dalam konteks ini, strategi keluar dari suatu investasi dinilai sama pentingnya dengan strategi masuk. Di Tahun Kuda Api, yang paling bertahan belum tentu menang; peluang justru berada di tangan mereka yang paling cepat beradaptasi dengan volatilitas untuk mencetak keuntungan optimal.

Disclaimer: Semua keputusan investasi dan transaksi saham merupakan tanggung jawab penuh investor. Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan bukan sebagai rekomendasi membeli atau menjual efek tertentu.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar