BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

- Senin, 06 April 2026 | 08:30 WIB
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi Lebih Kering dan Panjang

Jakarta sudah mulai terasa panas. Rupanya, tanda-tanda itu sejalan dengan data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hingga akhir Maret lalu, setidaknya tujuh Zona Musim (ZOM) di Tanah Air tercatat telah memasuki periode kemarau. Angka itu diprediksi bakal melonjak drastis. Faktanya, sebagian besar wilayah Indonesia baru akan benar-benar merasakan puncak musim kemarau antara April hingga Juni mendatang.

Wilayah mana saja yang sudah kering? Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, daftarnya mencakup sejumlah daerah. Mulai dari sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, lalu melompat ke Sulawesi Tengah, Selatan, dan Tenggara. Tak hanya itu, beberapa kawasan di NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat juga sudah mulai mengering.

“BMKG akan terus memantau dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi melalui kanal BMKG,”

ujar Faisal, Senin (6/4/2026).

Itu baru permulaan. Ada kabar lain yang perlu diwaspadai. Di sisi lain, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyoroti potensi munculnya El Niño di paruh kedua tahun 2026. Saat ini, kondisi ENSO dan IOD memang masih netral. Tapi, berbagai model iklim yang dijalankan justru menunjukkan tren sebaliknya. Fenomena El Niño berpeluang besar untuk berkembang.

“Prediksi intensitas El Niño saat ini berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50–80, serta kemungkinan kecil (kurang dari 20) menjadi kuat,”

jelas Ardhasena.

Namun begitu, ada satu tantangan dalam memprediksi cuaca. Ardhasena mengingatkan soal fenomena spring predictability barrier. Intinya, akurasi prediksi iklim cenderung menurun pada periode Maret-Mei. Pada bulan-bulan ini, prediksi yang bisa diandalkan biasanya hanya untuk tiga bulan ke depan. Baru nanti pada Mei 2026, tingkat kepercayaan prediksi akan membaik dan bisa memproyeksikan kondisi hingga enam bulan ke depan dengan lebih akurat.

Dengan semua faktor itu, gambaran untuk musim kemarau tahun ini tampaknya tidak terlalu cerah. BMKG menegaskan, kemarau 2026 kemungkinan akan lebih kering dan lebih panjang dibanding kondisi rata-rata. Penyebabnya adalah gabungan dari variabilitas iklim alami dan potensi kembalinya El Niño tadi.

“Meskipun intensitasnya masih berkembang, kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya,”

pungkas Ardhasena. Pesannya jelas: masyarakat perlu bersiap dari sekarang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar