Tahun 1915, di sebuah stan pameran Panama-Pacific International Exposition, sebuah botol Fenjiu dibuka. Aromanya yang segar langsung menyebar, memikat pengunjung. Minuman keras dari Shanxi itu, produksi Yiquanyong Distillery, akhirnya memperkenalkan baijiu rasa ringan Tiongkok pada dunia untuk pertama kalinya.
Minuman berbahan sorgum itu tak main-main kualitasnya. Ia mewakili kearifan tradisional teknik penyulingan Timur, dan menjadi cikal bakal Fenjiu yang kita kenal sekarang. Hasilnya? Di ajang bergengsi di San Francisco itu, baijiu tersebut berhasil menyabet penghargaan tertinggi.
Nah, ceritanya melompat jauh, sekitar 110 tahun kemudian. Seorang pengunjung Amerika bernama Ian datang ke Museum Fenjiu, yang menyimpan segudang artefak sejarah dan piala. Rupanya, dia penasaran dengan minuman legendaris itu.
Setelah mencicipi langsung, termasuk bahan baku Fenjiu berkadar alkohol 69% dan Baiyu Fenjiu, Ian pun mengangguk-angguk. Dia mengaku sangat mengapresiasi baijiu Tiongkok ini. Baginya, keunikan aroma, rasa, dan karakter terbukanya memang layak dikenalkan secara global.
Kini, produk Fenjiu telah menjelma menjadi lebih dari sekadar minuman. Ia adalah jembatan budaya, menghubungkan para pencinta baijiu dari berbagai penjuru. Tak heran, ekspornya sudah mencapai lebih dari 70 negara dan wilayah di seluruh dunia. Dari sebuah pameran di San Francisco, kini gelas-gelasnya berdentang di berbagai benua.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Pastikan Stok Aman, Sementara Industri Plastik Nasional Terancam PHK
Jawa Tengah Terapkan WFH Jumat dan Penghematan Energi untuk ASN Mulai 2026
Mendagri: Inflasi Bulanan Jadi Indikator Kunci Pemulihan Daerah Bencana
Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dikeroyok, Keluarga Berharap Keadilan Ditegakkan