Laporan keuangan Indosat (ISAT) untuk tahun 2025 akhirnya dirilis, dan hasilnya cukup menggembirakan. Perusahaan telekomunikasi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,5 triliun. Angka itu menunjukkan pertumbuhan sekitar 12 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp4,9 triliun.
Di sisi lain, performa operasional mereka terlihat solid. Laba usaha bertahan di level Rp10,8 triliun. Pencapaian ini didapat meski ada kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 4 persen. Kunci utamanya adalah pendapatan yang masih naik tipis 1 persen, ditambah efisiensi yang signifikan dengan penurunan biaya operasional atau opex hingga 10 persen.
Kalau dirinci, total pendapatan ISAT sepanjang tahun lalu mencapai Rp56,51 triliun. Kontributor terbesarnya, tentu saja, masih dari segmen selular yang menyumbang Rp47,35 triliun. Sementara itu, bisnis MIDI singkatan dari multimedia, komunikasi data, dan internet menyumbang Rp8,34 triliun. Lalu, ada telekomunikasi tetap yang membukukan pendapatan Rp817,6 miliar.
Artikel Terkait
Gejolak Timur Tengah Bekukan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang, Angola Jadi Pengecualian
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
Obligasi dan Sukuk RATU Tembus Oversubscription 6,8 Kali Lipat