Kebakaran Hutan Riau Kian Meluas, Ribuan Hektare Ludes
Asap kembali menyelimuti langit Riau. Kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu terus meluas, menghanguskan ribuan hektare lahan dalam hitungan bulan. Data terbaru dari BNPB sungguh memprihatinkan.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi hal ini. Dalam keterangannya pada Kamis (26/3/2026), ia menyebut luasan yang terbakar sejak awal tahun sudah mencapai angka 2.713,26 hektare.
“Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau per Rabu (25/3) mencatat total luasan terbakar sejak Rabu (1/1) hingga Senin (24/3) mencapai 2.713,26 hektare,”
Angka itu bukan statis. Menurut Muhari, data per Rabu lalu justru menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Titik-titik api baru terus bermunculan.
Beberapa kabupaten menjadi sorotan. Penambahan luas kebakaran terjadi secara nyata di wilayah Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Kawasan-kawasan itu seperti menjadi episentrum bencana asap kali ini.
“Pada periode pelaporan, terdapat penambahan luas kebakaran di beberapa wilayah, di antaranya di Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir,”
Menyikapi situasi yang makin genting, Pemerintah Riau sebenarnya sudah bergerak lebih dulu. Status siaga darurat telah ditetapkan sejak pertengahan Februari lalu, dan akan berlaku panjang hingga akhir November 2026. Artinya, mereka sudah mengantisipasi masa-masa sulit ini.
Di lapangan, upaya penanganan darurat terus digenjot. Gabungan tim dari BNPB, BPBD, dan unsur terkait lainnya tak cuma fokus memadamkan api. Mereka juga menjalankan evakuasi warga, mendata kerusakan, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan memulai langkah-langkah pemulihan. Patroli di wilayah rawan diperketat, sementara pemadaman darat dan udara dilakukan sekuat tenaga.
Namun begitu, tantangannya tetap besar. Luasnya area dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar membuat pekerjaan tim pemadam seperti tak ada habisnya. Semoga upaya mereka membuahkan hasil sebelum kerusakan bertambah parah.
Artikel Terkait
Indonesia Kembali Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Nilai Hak Veto Hambat Suara Negara Berkembang
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Wamendesa: Kritik pada Program Pemerintah Bagian dari Demokrasi, Semua Pihak Diajak Bangun Desa
China Serukan Gencatan Senjata Komprehensif di Kawasan Teluk dalam Pertemuan PBB