Penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan masih marak karena praktis, ringan, dan murah. Namun, di balik kemudahan itu, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama jika digunakan untuk makanan panas, berlemak, atau asam. Praktisi bisnis lingkungan, Bang Sap, mengingatkan bahwa perpindahan zat dari kemasan ke makanan bisa terjadi dalam kondisi tersebut.
Menurut Bang Sap, mengganti Styrofoam dengan kemasan yang lebih aman tidak harus mahal. Justru, bagi pelaku usaha, ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan daya tarik produk. "Daun pisang malah nambah aroma, kertas kraft buat nasi kotak, atau besek bambu yang bikin kesan lebih premium. Konsumen sekarang malah lebih suka yang begini," ujarnya dalam unggahan video di akun Instagramnya, Rabu (12/8/2026).
Ada beberapa alternatif pengganti Styrofoam yang bisa dipilih, baik untuk usaha maupun kebutuhan pribadi.
Pilihan Kemasan Ramah Lingkungan
Daun pisang menjadi opsi sederhana untuk makanan tradisional seperti nasi, lauk, dan jajanan pasar. Selain mudah ditemukan, daun pisang memberikan aroma khas dan kesan natural. Kertas kraft juga cocok untuk nasi kotak dan makanan kering, dengan tampilan sederhana namun menarik. Namun, pastikan kertas yang digunakan memang aman untuk kontak langsung dengan makanan.
Besek bambu menawarkan kesan premium dan khas Indonesia, cocok untuk hampers atau katering. Sementara untuk penggunaan pribadi, wadah kaca dan stainless steel bisa dipakai berulang kali, mengurangi sampah kemasan sekali pakai. Meski begitu, wadah kaca lebih berat dan berisiko pecah, sehingga perlu penanganan ekstra.
Bang Sap menjelaskan bahwa Styrofoam terbuat dari polistirena, dan tiga kondisi utama yang memicu pelepasan zat kimia adalah panas, lemak, dan asam. "Makin panas, makin berlemak, makin lama nempel di wadah, makin banyak pula stirena yang ikut pindah ke piring," tegasnya.
Dengan berbagai alternatif yang tersedia, masyarakat dan pelaku usaha bisa mulai beralih ke kemasan yang lebih aman dan ramah lingkungan, tanpa harus mengorbankan estetika atau biaya.