Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan

- Jumat, 27 Maret 2026 | 05:00 WIB
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan

Di Samarinda, perkembangan ekosistem non-tunai di Kalimantan Timur terus menunjukkan geliat yang menggembirakan. Menjelang awal 2026, transaksi digital khususnya lewat QRIS mencatatkan lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari data terbaru yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat.

Jajang Hermawan, Kepala KPw BI Kaltim, mengungkapkan fakta menarik. Hingga Januari lalu, jumlah pengguna QRIS di provinsi itu sudah mencapai 859,2 ribu orang. Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya, Desember 2025, yang berada di posisi 850,8 ribu.

“Ini bukan sekadar kenaikan angka. Ini jelas mencerminkan kepercayaan dan ketergantungan masyarakat kita pada transaksi digital yang semakin kuat,” ujar Jajang di Samarinda, Kamis lalu.

Pertumbuhan itu ternyata berjalan seiring dengan antusiasme para pelaku usaha. Menurut data BI, jumlah pedagang atau merchant yang menggunakan QRIS juga bertambah, dari 798,2 ribu unit pada Desember menjadi 808,0 ribu di Januari. Perluasan jaringan ini dinilai sebagai pilar penting untuk kemandirian ekonomi digital di daerah.

“Adaptasi cepat dari para pelaku usaha ini adalah langkah strategis. Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi,” katanya menambahkan.

Namun begitu, pergeseran ke digital tidak serta-merta menggerus peredaran uang tunai. BI Kaltim juga memantau dinamika uang kartal. Yang menarik, pada periode yang sama, sektor perbankan di Kaltim justru mencatat kondisi net inflow. Artinya, uang yang masuk ke bank lebih besar daripada yang keluar, dengan nilai mencapai Rp2,9 triliun.

Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi lokal. Likuiditas perbankan di awal tahun ini tetap terjaga dengan baik.

“Ini menunjukkan bahwa meski transaksi digital sudah masif, aktivitas ekonomi konvensional tetap berdenyut dinamis dan terkendali,” pungkas Jajang.

Jadi, gambaran yang muncul adalah dua sisi yang saling melengkapi. Di satu sisi, QRIS dan transaksi digital meroket. Di sisi lain, arus uang tunai tetap stabil. Semuanya berkontribusi pada iklim ekonomi Kaltim yang tampak sehat dan bertenaga.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar