Dini hari Sabtu di Karawang Barat, suasana masih sepi. Tapi di pos komando, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, sudah memantau layar yang menampilkan arus kendaraan. Rencana sudah disiapkan, tinggal menunggu situasi di lapangan.
Korlantas Polri, kata Agus, siap memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional. Skemanya bakal berlaku sepanjang ruas tol yang cukup jauh, dari Km 414 hingga Km 70 Tol Trans Jawa. Namun begitu, ini bukan keputusan yang diambil gegabah. Semuanya tergantung pada lonjakan volume kendaraan saat arus balik nanti.
"Kami akan pantau dulu jumlah mobil yang masuk ke Jakarta," ujarnya.
Ia menjelaskan lebih detail. Jika arus ternyata sangat padat, sistem satu arah nasional tahap kedua bisa diterapkan mulai Km 414. Tapi kalau lalu lintas tidak terlalu membeludak, opsinya bisa digeser. Mungkin baru diterapkan di tahap tiga, di area Batang atau Kendal. Intinya, fleksibel.
Menurut pantauan pada Jumat kemarin, kondisi lalu lintas justru terpantau landai. Karena itu, fugas petugas di lapangan agak bergeser. Mereka lebih berkonsentrasi menindak kendaraan barang sumbu tiga yang kedapatan melanggar aturan batasan operasional.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas
Pemerintah Godok Aturan WFH Satu Hari Seminggu untuk Efisiensi Energi
Russell: Kecepatan McLaren di Suzuka Mengejutkan