Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menyatakan rasa tersinggungnya atas candaan komika Pandji Pragiwaksono yang menyangkut budaya Toraja. Frederik menegaskan bahwa candaan yang menyentuh budaya adalah hal yang serius dan tidak pantas dijadikan lelucon.
Frederik Victor Palimbang menekankan bahwa budaya Indonesia, termasuk budaya Toraja, dihargai tinggi, bahkan hingga memiliki kementerian khusus. Ia meminta agar para pekerja seni, terutama komika, tidak menjadikan budaya sebagai bahan candaan. "Ini sesuatu yang benar-benar menyinggung kami orang Toraja," ujarnya.
Bupati dari Partai Gerindra itu juga menambahkan bahwa kebebasan berekspresi dalam seni tidak boleh melampaui batas, terutama dalam hal yang menyangkut SARA dan budaya. Ia menilai Pandji, sebagai komika yang cerdas, seharusnya melakukan riset terlebih dahulu sebelum membawa budaya ke dalam materi komedinya.
Frederik kemudian mengundang Pandji Pragiwaksono untuk datang langsung ke Toraja Utara. Ia berjanji akan mengajak Pandji berkeliling dan memperkenalkan budaya Toraja yang sebenarnya. Tujuannya adalah agar Pandji tidak lagi keliru dalam menyampaikan informasi tentang adat dan tradisi Toraja.
Kontroversi candaan Pandji Pragiwaksono tentang Toraja ini menjadi perhatian banyak pihak. Bupati berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pelaku seni agar lebih menghargai budaya lokal dan melakukan riset sebelum menciptakan konten.
Budaya Toraja dikenal kaya akan tradisi dan ritual yang sakral. Masyarakat Toraja sangat menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Oleh karena itu, setiap candaan yang menyangkut budaya ini dinilai tidak pantas dan dapat menyinggung perasaan.
Artikel Terkait
Menteri PANRB Wajibkan ASN Berikan Informasi Akurat demi Bangun Kepercayaan Publik
Polisi Bongkar Penyelundupan Narkoba dalam Kemasan Beras Basmati India, Dua Tersangka Ditangkap
IPOT Ajar Gen Z Investasi Lewat Game Mobile Legends di Turnamen eSports
Tiga WNI di Venezuela Dipastikan Selamat Usai Gempa Dahsyat 7,2 dan 7,5 Magnitudo