Ledakan mengguncang Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr, Iran barat daya, Sabtu lalu. Serangan itu, yang diklaim sebagai aksi gabungan AS dan Israel, menewaskan lima orang.
Wakil Gubernur Khuzestan, Valiollah Hayati, mengonfirmasi kabar duka itu. Melalui kantor berita ISNA, ia menyebut kelima korban "gugur" dalam serangan terhadap sejumlah perusahaan di kawasan industri strategis tersebut.
"Lima orang gugur setelah serangan musuh Amerika-Zionis terhadap beberapa perusahaan yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr," ujarnya.
Korban luka jauh lebih banyak. Menurut laporan IRNA, sekitar 170 orang mengalami cedera. Untungnya, kondisi mereka tak terlalu parah. Semua korban luka sudah mendapat perawatan dan tidak perlu dirawat inap.
Sebelumnya, Hayati menyebut serangan itu mengenai tiga perusahaan berbeda di zona ekonomi itu. Kawasan itu sendiri dikenal sebagai jantung industri petrokimia Iran.
Artikel Terkait
JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Terkait Tuduhan Pendanaan Isu Ijazah Jokowi
Andre Rosiade Terima Penghargaan JPS Atas Kontribusi Penanganan Bencana di Sumbar
1.500 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Wapres Gibran di Kupang
Tiga Warga Pandeglang Diamankan Usai Buang Sampah Ilegal dari Jakarta dan Tangerang, Terancam Denda Rp 200 Juta