Ledakan mengguncang Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr, Iran barat daya, Sabtu lalu. Serangan itu, yang diklaim sebagai aksi gabungan AS dan Israel, menewaskan lima orang.
Wakil Gubernur Khuzestan, Valiollah Hayati, mengonfirmasi kabar duka itu. Melalui kantor berita ISNA, ia menyebut kelima korban "gugur" dalam serangan terhadap sejumlah perusahaan di kawasan industri strategis tersebut.
"Lima orang gugur setelah serangan musuh Amerika-Zionis terhadap beberapa perusahaan yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr," ujarnya.
Korban luka jauh lebih banyak. Menurut laporan IRNA, sekitar 170 orang mengalami cedera. Untungnya, kondisi mereka tak terlalu parah. Semua korban luka sudah mendapat perawatan dan tidak perlu dirawat inap.
Sebelumnya, Hayati menyebut serangan itu mengenai tiga perusahaan berbeda di zona ekonomi itu. Kawasan itu sendiri dikenal sebagai jantung industri petrokimia Iran.
Di sisi lain, respons dari Israel datang cepat. Militer Israel secara terbuka mengklaim tanggung jawab atas serangan Sabtu pagi itu. Bahkan, nada yang digunakan terang-terangan dan penuh ancaman.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, lewat sebuah video di media sosial, bersumpah akan melanjutkan serangan semacam ini. Ia berargumen kompleks di Mahshahr bukanlah fasilitas sipil biasa.
Menurut klaimnya, situs itu "bertanggung jawab untuk memproduksi dan mengekspor bahan kimia ke angkatan bersenjata rezim".
"Fasilitas yang menjadi sasaran digunakan untuk memproduksi bahan untuk bahan peledak, rudal balistik, dan persenjataan tambahan," tegas Netanyahu, membenarkan serangan tersebut sebagai target militer yang sah.
Insiden ini jelas memperpanjang daftar ketegangan yang sudah memanas di kawasan. Dan sepertinya, belum akan berakhir di sini.
Artikel Terkait
Perdebatan di Blok M Berujung Maut, WNA Brunei Tewas Usai Dipukul Botol oleh Figur Publik Woodyrman
Samsung Galaxy A26 5G Resmi di Indonesia, Tawarkan Layar 120Hz dan Fitur AI di Kelas Menengah
Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku
Polisi Tangkap Mbah Mujiran (72) karena Curi Getah Karet, Publik Kembali Soroti Ketimpangan Hukum bagi Rakyat Miskin