Ratusan anak-anak memenuhi ruangan di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Mereka berkumpul bukan untuk hal biasa, melainkan untuk menonton bersama film "Pelangi di Mars". Acara nobar ini dihadiri oleh anak yatim piatu, penerima Kartu Jakarta Pintar, dan anak-anak dari panti asuhan. Suasana riuh rendah mereka menyambut film itu terasa begitu hidup.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang turut hadir dalam kesempatan itu punya harapan lebih besar. Bagi dia, acara seperti ini bukan cuma sekadar hiburan semata. "Kegiatan nobar ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, serta keberanian anak-anak Jakarta untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujar Rano.
Ia menegaskan, Pemprov DKI mendukung penuh industri film nasional. Ambisinya jelas: menjadikan Jakarta sebagai kota sinema bertaraf global. Nah, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan fasilitas publik yang sudah ada.
Rano berpendapat, tempat seperti Planetarium Jakarta sebaiknya bisa dialihfungsikan sesekali untuk pemutaran film-film edukatif. "Dengan demikian, dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang," katanya.
Menurutnya, langkah semacam itu sejalan dengan upaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan sekitar. Ia melihat film "Pelangi di Mars" punya nilai lebih. Film itu dinilainya mengangkat tema keberagaman, yang menurut Rano sangat cocok dengan karakter Jakarta sebagai kota inklusif.
Artikel Terkait
Pemerintah Tambah AI hingga Konten Digital dalam Subsektor Ekonomi Kreatif
Komnas HAM Desak Perluas Pemeriksaan ke Mantan Kepala BAIS dalam Kasus Penyiraman Aktivis
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas