MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali memicu reaksi keras dengan pernyataannya yang mengusulkan kebijakan untuk "mendorong migrasi" warga Palestina keluar dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara partai pada Selasa (17/2) malam, menegaskan kembali posisi garis kerasnya dalam pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pernyataan Kontroversial dalam Acara Partai
Dalam pidatonya di hadapan pendukung Partai Zionisme Religius, Smotrich secara gamblang menguraikan visinya untuk masa depan konflik Israel-Palestina. Dia tidak hanya menyerukan penghapusan apa yang disebutnya "gagasan negara teror Arab," tetapi juga secara eksplisit menargetkan kerangka perjanjian damai yang telah lama menjadi dasar negosiasi.
"Kita akan menghapus gagasan negara teror Arab," cetusnya dengan tegas.
Lebih lanjut, politikus sayap kanan itu menyatakan, "Kita akhirnya akan secara resmi dan secara praktis membatalkan Perjanjian Oslo yang terkutuk dan memulai jalan menuju kedaulatan, sambil mendorong migrasi dari Gaza dan Yudea dan Samaria." Dalam pernyataannya, Smotrich menggunakan istilah alkitabiah 'Yudea dan Samaria' yang kerap dipakai Israel untuk merujuk pada Tepi Barat.
Artikel Terkait
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta
Libur Panjang Paskah, 73 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah, Analis Soroti Peluang Obligasi dan Saham Domestik
Kopassus Berduka, Mayor Zulmi Gugur dalam Tugas Dikenang sebagai Teladan