JAKARTA Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra ternyata meninggalkan beban yang tidak ringan bagi pelaku usaha kecil. Menurut Menteri UMKM Maman Abdurrahman, ada sekitar 201.953 debitur UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terdampak. Nilai kreditnya? Fantastis, mencapai Rp12,19 triliun.
"Angka terakhirnya kurang lebih 200.000 debitur," ujar Maman.
Dia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra, Selasa (18/2/2026) lalu. "Dengan jumlah outstanding sekitar Rp12 triliun," tambahnya.
Rinciannya cukup jelas menggambarkan skala masalah. Di Aceh saja, ada 125.173 debitur yang menanggung utang KUR sebesar Rp7,38 triliun. Lalu, di Sumatra Utara, 53.181 debitur dengan pinjaman tersisa Rp3,06 triliun. Sementara di Sumatra Barat, angkanya 28.351 debitur dan nilai outstanding-nya Rp1,79 triliun.
Menghadapi situasi ini, pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasi. Sebelumnya, memang sudah dibuka peluang pemberian keringanan bagi UMKM yang porak-poranda diterjang banjir di wilayah Aceh dan Sumatra. Skemanya beragam, mulai dari pembekuan cicilan, restrukturisasi, sampai kemungkinan pemutihan pinjaman.
Artikel Terkait
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL
Kemenag Jatim Raih Penghargaan Finalisasi Terbanyak dalam SPAN-PTKIN Award 2026
Master Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia di Cianjur