Seorang calon haji asal Indonesia yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kota Makkah akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah Muhammad Firdaus, jamaah embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27, ditemukan oleh tim yang berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi setelah melalui proses pencarian.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah, Moh Hasan Afandi, mengonfirmasi penemuan tersebut berdasarkan laporan tim di lapangan. “Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” ujarnya.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Hasan.
Dalam pernyataannya, Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat selama proses pencarian. Ucapan terima kasih ditujukan kepada keluarga almarhum, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit setempat, petugas haji, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan.
Pemerintah, melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, memastikan akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan ibadah pengganti tersebut akan dilakukan oleh petugas haji. “Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” tegas Hasan.
Sementara itu, Hasan mengajak seluruh jamaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada jamaah lansia, disabilitas, perempuan, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Menurutnya, setiap individu perlu lebih peka apabila melihat jamaah yang berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.
“Bila melihat anggota jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” ucap Hasan.
Ia mengingatkan agar tidak membiarkan jamaah berjalan tanpa pendampingan, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Kepedulian antarsesama dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko jamaah tersesat atau terpisah dari rombongan. “Jangan biarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” kata Hasan.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jamaah yang membutuhkan bantuan agar tidak ragu menyampaikan kondisi dan kebutuhannya kepada petugas. Hasan menegaskan bahwa petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci. “Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi, Proyek PLTS Terapung Saguling Dikejar Beroperasi November 2026
Arema FC Tutup Musim dengan Kemenangan Meyakinkan 3-1 atas PSIM Yogyakarta
Megawati Santap Malam Bersama Sultan HB X di Keraton Yogyakarta
BPBD Karawang Catat Puluhan Desa di Enam Kecamatan Rawan Kekeringan Akibat Kemarau Panjang