Ruang sidang pengadilan Tipikor Jakarta mendadak disorot bukan cuma karena terdakwanya, Nadiem Makarim. Tiga sosok berseragam TNI yang berdiri tegak di dalam ruang sidang sempat membuat majelis hakim berhenti sejenak. Mereka tampak berdiri di depan kursi pengunjung, persis di area lalu-lalang antara kursi pengacara, jaksa, dan terdakwa.
Menurut pantauan di sidang Senin (5/1) lalu, awalnya hanya satu prajurit yang terlihat. Tapi usai sidang diskors dan dilanjutkan, jumlahnya bertambah jadi tiga orang. Posisi mereka itu yang kemudian mengundang teguran.
Hakim ketua Purwanto S Abdullah memotong pembacaan eksepsi dari pengacara Nadiem. Suaranya tegas namun penuh tanda tanya.
“Sebelum dilanjutkan, ini rekan TNI dari mana ya?”
Purwanto lalu meminta ketiga prajurit itu untuk mundur ke belakang. Alasannya, posisi mereka menghalangi pandangan pengunjung sidang lain dan juga mengganggu kamera yang merekam proses persidangan.
“Mungkin bisa ambil posisi jangan berdiri di situ, Pak, karena mengganggu kamera. Bisa menyesuaikan Pak, bisa mundur. Nanti pada saat ditutup baru maju karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya,”
Permintaan hakim langsung dituruti. Ketiga prajurit itu kemudian berpindah ke belakang barisan pengunjung. Barulah setelah itu sidang dipersilakan untuk melanjutkan pembacaan eksepsi.
Kejadian ini tentu menimbulkan keingintahuan. Apa sebenarnya tujuan kehadiran mereka? Jaksa penuntut umum kemudian memberikan penjelasan terkait hal tersebut, meski detailnya tak diungkap sepenuhnya di ruang sidang. Yang jelas, suasana sidang kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM ini jadi makin menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
Kebakaran di Jatipulo Palmerah Hanguskan Rumah Lima Kepala Keluarga, Tak Ada Korban Jiwa
CFD Rasuna Said Kembali Digelar Mulai Minggu Besok, Dishub Siapkan 10 Rute Alternatif
Bung Karno Lahir dengan Nama Kusno, Berganti demi Kesehatan dan Keberuntungan
Serangan Udara Israel Tewaskan 10 Warga Gaza, Termasuk Komandan Hamas