Wakil Ketua MPR Desak Pendidikan Adaptif untuk Jawab Kebutuhan Industri

- Rabu, 18 Februari 2026 | 17:20 WIB
Wakil Ketua MPR Desak Pendidikan Adaptif untuk Jawab Kebutuhan Industri

MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya realisasi konsisten dalam menambahkan keterampilan baru bagi peserta didik. Langkah ini dinilai krusial sebagai bagian dari sistem pendidikan adaptif guna menjawab tuntutan dinamika industri yang terus berubah. Pernyataan ini disampaikannya menyikapi kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pendidikan Adaptif Kunci Jawab Tantangan Industri

Dalam pandangannya, percepatan perkembangan industri saat ini menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Untuk itu, dibutuhkan fondasi pendidikan yang luwes dan responsif. Sistem yang adaptif, menurutnya, bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan.

"Tenaga kerja yang mampu menjawab pesatnya perkembangan industri saat ini sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi pertumbuhan. Dibutuhkan sistem pendidikan adaptif yang menghasilkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan mampu menjawab tantangan tersebut," ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

Menyelaraskan Kurikulum dengan Sektor Baru

Rerie mengamati bahwa lanskap industri kini telah mengalami pergeseran signifikan. Beberapa sektor baru, seperti ekonomi digital, ekonomi kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan ekonomi berkelanjutan, tumbuh dengan pesat. Pergeseran ini secara langsung mengubah permintaan terhadap jenis keahlian tertentu di pasar tenaga kerja.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa institusi pendidikan harus sigap merespons perubahan ini. Kemampuan yang dibutuhkan di sektor-sektor strategis tersebut wajib diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.

"Kemampuan peserta didik di sejumlah sektor baru itu harus mampu ditanamkan pada institusi pendidikan, dalam menyikapi pergeseran kebutuhan tenaga kerja di sektor industri itu," tegas Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu.

Kolaborasi Semua Pihak untuk Realisasi

Mewujudkan sistem pendidikan yang benar-benar adaptif tentu bukan pekerjaan mudah. Rerie berpendapat bahwa upaya ini memerlukan komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas, harus terlibat aktif dalam proses transformasi ini.

Harapannya, kolaborasi yang solid tersebut dapat merealisasikan sistem yang mampu menjawab tantangan industri secara komprehensif. Pada akhirnya, langkah strategis ini diyakini akan berkontribusi besar terhadap terwujudnya pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di masa depan.

Data terbaru turut menguatkan urgensi wacana ini. Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengungkapkan temuan yang cukup mencengangkan: sekitar 59% pekerja di dunia dinilai membutuhkan keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri. Angka ini, menurutnya, merupakan dampak langsung dari perubahan teknologi dan ekonomi global yang bergerak sangat cepat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar