Wall Street menutup perdagangan Senin dengan catatan hijau. Bahkan, Dow Jones berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang sejarah. Penguatan ini tak lepas dari sentimen positif yang melanda dua sektor kunci: keuangan dan energi.
Lonjakan saham energi, khususnya, dipicu oleh perkembangan politik di Venezuela. Aksi militer Amerika Serikat yang berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro memicu gelombang optimisme di kalangan investor. Mereka berharap perusahaan-perusahaan minyak AS bakal mendapat akses lebih mudah ke cadangan minyak terbesar di dunia itu.
Pemerintahan Trump bahkan dikabarkan akan segera bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak untuk membahas rencana peningkatan produksi di Venezuela. Kabar itu langsung direspons pasar. Indeks energi S&P 500 melesat 2,7 persen, mencapai level tertingginya sejak Maret 2025. Raksasa seperti Exxon Mobil dan Chevron pun ikut naik signifikan.
Rob Haworth, seorang strategis investasi senior di U.S. Bank Wealth Management Seattle, melihat jelas kaitan ini.
"Saham-saham sektor energi benar-benar diuntungkan dari ekspektasi bahwa Presiden Trump bermaksud untuk mendorong mereka melakukan investasi lebih banyak di Venezuela dan pada akhirnya menghasilkan lebih banyak uang bagi diri mereka sendiri," ujarnya.
Tak cuma energi, saham-saham pertahanan juga ikut menguat. Lockheed Martin dan General Dynamics merangkak naik, mendorong indeks kedirgantaraan dan pertahanan mencetak rekor baru. Menurut Haworth, pasar terlihat bisa mengesampingkan kekhawatiran akan keterlibatan militer yang berlarut-larut.
"Kurangnya kehadiran pasukan tetap di lapangan, fakta bahwa kita tidak terlibat secara permanen, berarti pasar ekuitas secara luas mampu mengesampingkan kekhawatiran yang mungkin muncul terkait keterlibatan yang berkepanjangan," katanya.
Artikel Terkait
Singtel Tunjuk Lionel Chng Gantikan Derrick Heng di Posisi Direktur Marketing Telkomsel
Purbaya Beri Mandat Baru, LPEI Dituntut Jadi Katalis Ekspor Nasional
Danantara Pacu Kompleks Haji di Makkah, Thakher Jadi Fondasi Awal
Menteri Amran Bongkar Aksi Bandel Pupuk hingga Minyak Goreng: 2.300 Izin Dicabut