Di sisi lain, pergerakan di sektor teknologi terlihat lebih beragam. Tesla akhirnya bangkit dengan kenaikan 3,1 persen setelah sempat terpuruk selama tujuh hari berturut-turut. Namun, Nvidia dan Apple justru mengalami koreksi.
Sementara itu, sektor keuangan muncul sebagai pendorong utama lainnya. Indeks keuangan S&P 500 naik 2,2 persen, didorong ekspektasi pertumbuhan laba kuartalan. Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing melonjak lebih dari 3 persen dan mencatat level tertinggi baru.
Steve Sosnick, analis pasar utama di Interactive Brokers, berkomentar, "Suasana pasar belakangan ini cenderung mendukung saham-saham keuangan. Seiring orang-orang mulai mengalihkan perhatian dari sektor teknologi, sektor ini menjadi pilihan banyak orang."
Ada juga sentimen positif dari dunia aset digital. Saham-saham terkait kripto ikut menguat seiring dengan bitcoin yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. Saham MicroStrategy dan Coinbase, misalnya, masing-masing naik hampir 5 persen dan 7,8 persen.
Secara keseluruhan, indeks pasar mencatat kenaikan yang solid. S&P 500 menguat 0,64 persen, Nasdaq naik 0,69 persen, sementara Dow Jones melonjak lebih tajam, 1,23 persen. Aktivitas perdagangan hari itu juga terbilang padat dengan volume mencapai 19,1 miliar saham.
Ke depan, mata pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan Jumat mendatang. Data nonfarm payrolls itu diprediksi akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, di tengah ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga sekitar 60 basis poin tahun ini.
Artikel Terkait
Suara Kekecewaan 2025: Ketika KaburAjaDulu Menjadi Pilihan Rasional
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi