Kemlu Pastikan 481 WNI di Meksiko Aman Meski Situasi Mencekam

- Selasa, 24 Februari 2026 | 15:30 WIB
Kemlu Pastikan 481 WNI di Meksiko Aman Meski Situasi Mencekam

JAKARTA – Kabar dari Meksiko memang mencekam belakangan ini. Namun, Kementerian Luar Negeri kita memastikan bahwa 481 Warga Negara Indonesia yang tercatat di sana dalam kondisi aman. Meski begitu, mereka tak lengah. Rencana darutan sudah disiapkan, siap dijalankan kapan saja jika situasi memburuk.

Informasi ini datang dari Heni Hamidah, Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu. Ia merespons situasi yang memanas pasca tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, sang pemimpin kartel CJNG yang dikenal dengan nama El Mencho.

"Jumlah WNI yang tercatat di KBRI Meksiko 481 orang," ujar Heni, Selasa (24/2/2026).

Ia melanjutkan, "Hingga saat ini seluruh WNI yang tinggal dan bekerja di Meksiko, terutama di negara bagian Jalisco dalam keadaan baik. Dan seluruhnya sedang membatasi kegiatan di luar rumah."

Nah, menurut Heni, KBRI di Meksiko sudah punya skenario khusus. Rencana itu bisa langsung diimplementasikan sewaktu-waktu. Kabar baiknya, situasi di lapangan dilaporkan mulai menunjukkan perbaikan. Meski begitu, kewaspadaan tetap nomor satu.

"KBRI Meksiko dan Konsul Kehormatan RI terus memantau situasi," katanya lagi. "Komunikasi dengan para WNI juga dijalin terus untuk memastikan kondisi mereka."

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Semua berawal dari serangan brutal pada 22 Februari lalu. Anggota kartel CJNG mengamuk di beberapa wilayah seperti Jalisco, Nayarit, hingga Colima. Suasana kota berubah jadi mencekam.

Serangan itu tak lain adalah balasan. Pemerintah Meksiko sebelumnya melakukan operasi militer di Kota Tapalpa, Jalisco. Operasi itu berhasil menewaskan tujuh anggota kartel. Dan yang paling mengejutkan, di antara yang tewas adalah El Mencho sendiri, otak dari seluruh jaringan kriminal tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar