Timnas U-22 Berbenah, Pemulihan Mental Jadi Prioritas Usai Kekalahan dari Filipina

- Kamis, 11 Desember 2025 | 09:54 WIB
Timnas U-22 Berbenah, Pemulihan Mental Jadi Prioritas Usai Kekalahan dari Filipina

Kondisi mental jadi perhatian utama Timnas U-22 usai tumbang di laga pembuka SEA Games. Sumardji, selaku Ketua Badan Tim Nasional sekaligus Exco PSSI, mengakui betapa terpukulnya anak-anak asuhannya setelah takluk 0-1 dari Filipina. Kekalahan itu, jujur saja, benar-benar menghancurkan semangat mereka.

Dampaknya jelas. Peluang untuk jadi juara grup dan lolos langsung pun pupus. Sekarang, jalan satu-satunya cuma lewat jalur runner-up terbaik kalau mau melangkah ke semifinal. Situasinya memang tidak mudah.

Namun begitu, Sumardji menegaskan bahwa tanggung jawab untuk membangkitkan kembali semangat para pemain sedang dijalankan sepenuh hati.

"Usai kekalahan kemarin, pemain secara keseluruhan benar-benar drop. Mereka terpukul," ujar Sumardji kepada media, Rabu (10/12).
"Tapi, kami punya tanggung jawab untuk mengembalikan mental itu. Sudah berbagai cara kami lakukan."

Menurutnya, satu hal yang paling krusial saat ini adalah bagaimana caranya agar para pemain bisa segera melupakan kegagalan itu. Fokus harus segera beralih ke laga berikutnya, yaitu saat berhadapan dengan Myanmar pada 12 Desember nanti. Hasil positif di pertandingan itu mutlak diperlukan.

Lalu, apa saja yang sudah dilakukan? Sumardji membeberkan upaya timnya. Mereka mengajak pemain makan bersama, berdiskusi, dan melakukan pendekatan secara kolektif. Semua pihak dilibatkan, mulai dari Pelatih Kepala, Asisten, hingga ofisial seperti tim pijat dan fisioterapi.

"Intinya, kami semua berbagi tugas. Bicara hati ke hati kepada pemain," jelasnya.
"Tujuannya agar mereka bisa move on dari kekalahan, lalu bangkit memperbaiki kesalahan. Persiapan menghadapi Myanmar harus maksimal."

Di sisi lain, tekanan memang sedang tinggi-tingginya. Tapi upaya pemulihan mental ini diharapkan bisa menjadi fondasi untuk penampilan yang lebih baik. Semua mata kini tertuju pada laga krusial melawan Myanmar itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar