Brebes, sentra bawang merah Indonesia, kini tak hanya bicara pasar lokal. Kabar baik datang dari pelabuhan ekspor, di mana komoditas andalan Jawa Tengah ini berhasil menjejakkan kakinya di sejumlah negara tetangga. Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura telah menjadi tujuan pengirimannya, membuktikan kualitas yang diakui secara regional.
Pencapaian ini tentu disambut hangat oleh pemerintah. Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyatakan dukungan penuh terhadap upaya hilirisasi. Menurutnya, langkah ini terbukti ampuh menjaga stabilitas harga di tingkat petani, sehingga mereka bisa bernapas lega.
“Sejalan dengan yang disampaikan Kepala Bapanas, komoditas bawang merah kita saat ini sudah swasembada, bahkan kita sudah mampu mengekspornya ke negara-negara tetangga,” ujar Sarwo, Selasa (24/2/2026).
Dia menambahkan, momentum swasembada ini harus dimanfaatkan. “Komoditas yang telah swasembada harus diperkuat melalui hilirisasi dan perluasan pasar ekspor agar memberikan nilai tambah maksimal bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Angkanya pun berbicara. Berdasarkan data proyeksi per Februari 2026, produksi nasional bawang merah pada 2025 lalu menyentuh 1,43 juta ton. Sementara itu, kebutuhan dalam negeri ‘hanya’ sekitar 1,23 juta ton. Dengan surplus yang ada, Indonesia berpeluang mengekspor lebih dari 1.500 ton ke pasar global. Peluang yang sayang untuk dilewatkan.
Yang menarik, inovasi di Brebes tak melulu soal bawang segar. Produk turunannya mulai berkembang pesat. Sarwo menyebut, kini telah diproduksi bawang goreng dan pasta bawang merah dengan proses modern.
Artikel Terkait
Polisi Maluku Pecat Brimob Terlibat Penganiayaan Siswa hingga Tewas
Pemprov DKI Larang Pembangunan Lapangan Padel Baru di Kawasan Perumahan
Tiga Senator Demokrat Desak Trump Kembalikan Tarif Rp 2.900 Triliun Usai Putusan MA
BSI Siapkan Rp16 Triliun dan 6.000 ATM untuk Arus Tunai Lebaran