Trump Tersandung Lidah: Islandia yang Disebut, Greenland yang Dikejar

- Jumat, 23 Januari 2026 | 06:45 WIB
Trump Tersandung Lidah: Islandia yang Disebut, Greenland yang Dikejar
Trump dan Greenland: Salah Sebut yang Jadi Sorotan

Trump dan Greenland: Salah Sebut yang Jadi Sorotan

Keinginan Donald Trump untuk menguasai Greenland bukan lagi rahasia. Namun, dalam pidato terbarunya di panggung dunia, mantan Presiden AS itu justru terlihat kebingungan sendiri. Alih-alih menyebut Greenland, yang keluar dari mulutnya berulang kali adalah "Iceland" atau Islandia.

Kejadian ini berlangsung di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin global yang hadir dalam Forum Ekonomi Dunia, Trump beberapa kali salah ucap. Padahal, konteks pembicaraannya jelas tentang pulau besar di Arktik yang jadi idamannya itu.

Menurut sejumlah saksi yang mendengar langsung, kekeliruan itu terjadi lebih dari sekali. Suasana pun sempat canggung.

Namun begitu, pihak Gedung Putih punya cerita lain. Lewat pernyataan resmi yang dikutip media, mereka membantah keras adanya kebingungan pada Trump. Mereka bersikeras bahwa pidato berjalan lancar dan pesannya tersampaikan.

Di sisi lain, obsesi Trump terhadap Greenland memang sudah berlangsung lama. Di usianya yang ke-79, ia tetap ngotot agar AS bisa mengakuisisi wilayah otonomi Denmark tersebut. Alasannya kerap dikaitkan dengan ancaman keamanan, terutama dari Rusia dan China yang juga aktif di kawasan Lingkaran Arktik.

Baru Rabu lalu, Trump bahkan mengumumkan sebuah "kerangka kerja" untuk kesepakatan masa depan tentang Greenland. Sebagai bentuk "goodwill", ia juga membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap beberapa negara Eropa yang sebelumnya menentang langkahnya.

Jadi, meski lidahnya sempat tersandung menyebut Islandia, niatnya terhadap Greenland tampaknya tak goyah sedikitpun. Obsesi itu tetap hidup, dan dunia terus memperhatikan.

Politik Internasional

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar