Malam di kampung Gaum, Karanganyar, biasanya sunyi. Tapi belakangan, ada pemandangan tak biasa. Sebuah drone melayang pelan di atas atap rumah warga, matanya yang berupa kamera menyapu perlahan setiap sudut. Ini bukan latihan militer atau syuting film. Ini adalah ronda malam versi baru, buah dari kesabaran dan tekad seorang ketua RT bernama Muhammad Fajar.
MURIANETWORK.COM, pria 33 tahun yang memimpin RT 22 itu, punya cara sendiri dalam menjaga lingkungan. Sementara banyak orang mengeluh soal keterbatasan, dia memilih diam-diam menabung. Bukan untuk dirinya, tapi untuk sebuah alat yang dia yakini bisa membantu: drone.
Gagasan ini muncul dari keresahan yang sangat manusiawi. Ronda keliling konvensional di wilayahnya seringkali terbengkalai. Warga, kebanyakan bapak-bapak muda yang sibuk bekerja, kerap tak bisa hadir saat giliran jaga, apalagi di masa liburan panjang. Kampung pun terasa lebih rentan.
“Di tempat kami memang masih menerapkan ronda keliling. Tetapi ada keresahan untuk membuat sistem ronda yang efektif karena di tempat kami warganya dihuni oleh bapak-bapak milineal, kemudian sering tidak ada personel ronda ketika masa liburan,” ujar Fajar.
Keresahan itu tak berhenti jadi omongan kosong. Fajar memutuskan bertindak. Dan dia melakukannya dengan cara yang luar biasa sabar: menabung dari gajinya sebagai ketua RT.
Artikel Terkait
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia