Ketegangan di Teluk Persia kembali memuncak. Iran, melalui Korps Garda Revolusinya, mengaku telah melancarkan serangan drone terhadap sebuah kapal tanker. Kapal bernama 'Louise P' yang berbendera Kepulauan Marshall itu disebut-sebut sebagai aset Amerika Serikat.
Klaim itu mereka sampaikan lewat situs Sepah News, Sabtu (7/3/2026). Menurut pernyataan resmi mereka, serangan itu terjadi di perairan tengah Teluk Persia.
"Kapal tanker dengan nama dagang 'Louise P' berbendera Kepulauan Marshall, salah satu aset Amerika Serikat yang teroris, diserang oleh drone di tengah Teluk Persia,"
Di sisi lain, dari langit Tehran, kabar lain datang. Militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran di ibu kota Iran itu. Sasaran mereka adalah Pasukan Quds, sayap operasi luar negeri Garda Revolusi.
Menurut siaran resmi angkatan udara Israel, serangan malam itu berhasil menghancurkan 16 pesawat milik Pasukan Quds. Mereka juga menyasar Bandara Mehrabad. Bandara itu, klaim Israel, bukan bandara biasa. Mereka menduga tempat itu dijadikan pusat logistik untuk mengirimkan senjata dan dana ke kelompok-kelompok bersenjata di kawasan, seperti Hezbollah di Lebanon.
Namun begitu, klaim Israel ini masih gelap. Belum ada verifikasi independen, dan pemerintah Iran sendiri sampai saat ini masih bungkam, belum memberikan tanggapan apa pun. Situasinya semakin panas, dan dunia menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Menteri LHK Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 411 KK di Lombok
Iran Serang Pangkalan AS di Bahrain sebagai Balasan atas Serangan ke Pabrik Desalinasi Qeshm
Pertamina Patra Niaga Berdayakan 695 Perempuan di 49 Titik
Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Kuba, tapi Ancaman Militer Masih Menggantung