Drama panjang antara Ador dan mantan personel NewJeans memasuki babak baru. Sidang gugatan ganti rugi yang diajukan Ador, anak usaha HYBE, terhadap Danielle dan mantan CEO-nya, Min Hee-jin, akhirnya dibuka pada Kamis (26/3). Konflik yang meledak sejak tahun lalu ini, rupanya, masih jauh dari kata selesai.
Inti persoalannya adalah tuntutan Ador sebesar 43,1 miliar won atau sekitar 28,6 juta dolar AS. Mereka menggugat Danielle, ibunya, dan Min Hee-jin sejak Desember lalu. Tuduhannya? Pihak-pihak itu dituding menyebabkan tertundanya aktivitas grup NewJeans.
Di ruang sidang Pengadilan Distrik Pusat Seoul, suasana langsung memanas. Perdebatan sengit soal arah dan kecepatan proses hukum mewarnai sidang pendahuluan itu.
Pihak Danielle menuding Ador sengaja memperpanjang perkara. Mereka berargumen, ini adalah masa paling krusial bagi karier Danielle sebagai idol.
"Danielle adalah seorang idol, dan ini adalah masa paling gemilang dalam kariernya," ujar tim kuasa hukumnya.
Mereka juga menyoroti fakta bahwa ibu Danielle ikut digugat. "Jika gugatan ini terus berlarut-larut, Danielle pasti akan dirugikan. Sebagai agensi hiburan, Ador sangat memahami hal itu," tambah mereka.
Namun begitu, Ador membantah keras. Kuasa hukum mereka bersikeras bahwa gugatan ini murni soal ganti rugi dan penalti, bukan untuk menghambat karier Danielle. Tapi, balasan dari kubu Danielle cukup sinis: setiap langkah sang idol untuk kembali aktif, kata mereka, tetap berpotensi dipersoalkan oleh Ador.
Akar Masalah yang Berlarut
Semua ini berawal dari konflik besar November 2024. Saat itu, kelima anggota NewJeans mendesak Min Hee-jin dikembalikan sebagai CEO Ador, setelah ia dicopot pada Agustus di tengah perseteruan dengan HYBE.
Permintaan itu ditolak. Alih-alih mundur, para member malah mengumumkan kontrak mereka telah berakhir, dengan alasan Ador melanggar kewajiban.
Ador tak tinggal diam. Mereka menggugat untuk memastikan keabsahan kontrak, dan pengadilan memenangkan mereka. Pasca putusan itu, Haerin dan Hyein disebut kembali ke Ador, diikuti Hanni. Minji masih dalam pembicaraan. Tapi, Danielle justru mendapat perlakuan berbeda: kontraknya diputus secara sepihak, dan kini ia jadi target utama gugatan ganti rugi ini.
Isyarat Damai yang Masih Samar
Meski penuh tensi, di sidang sempat terdengar bisik-bisik soal perdamaian. Kuasa hukum Ador menyebut pintu mediasi belum tertutup rapat. Menurut mereka, upaya saling memahami adalah hal wajar dalam proses hukum.
Sayangnya, pihak Danielle menyambutnya dengan dingin. Mereka sulit membayangkan ada kompromi, terutama setelah Danielle diperlakukan berbeda dan dihadapkan pada tuntutan dana fantastis. Jadi, meski wacana damai mengambang, kepercayaan antara kedua belah pihak tampaknya sudah sangat tipis.
Bagian dari Pertarungan yang Lebih Besar
Perkara ini cuma satu episode dari perang hukum HYBE melawan Min Hee-jin. Pada Februari lalu, pengadilan memutuskan Min berhak menerima sekitar 25,6 miliar won dari HYBE terkait sengketa saham.
Menariknya, usai putusan itu, Min menawarkan jalan damai. Dia bersedia melepaskan hak pembelian sahamnya demi penyelesaian menyeluruh agar NewJeans bisa lanjut berkarya tanpa beban. Hingga kini, HYBE masih bungkam.
Dengan dibukanya sidang ini, publik kembali disuguhi drama hukum yang tak cuma soal uang, tapi juga masa depan salah satu nama besar K-pop generasi baru. Sidang penuh pertama dijadwalkan pada 14 Mei mendatang. Sampai saat itu, satu hal jelas: konflik antara Ador, HYBE, Danielle, dan Min Hee-jin masih panjang ceritanya.
Artikel Terkait
Vinicius Junior Tegaskan Real Madrid Klub Impian, Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran