Influencer Tasyi Athasyia dibuat syok setelah mengetahui bahwa sejumlah barang branded miliknya yang selama ini hilang ternyata diduga telah dijual oleh karyawannya sendiri. Kejadian mengejutkan ini terbongkar berkat notifikasi email yang secara tidak sengaja diterima oleh salah satu anggota timnya.
Melalui unggahan di Instagram, Tasyi menceritakan bagaimana barang-barang berharganya hilang satu per satu tanpa menimbulkan kecurigaan. Awalnya, ia hanya menyadari beberapa koleksi tasnya hilang setelah selesai merenovasi walk-in closet. Saat hendak menata kembali koleksinya, sekitar lima tas sudah tidak berada di tempatnya.
Tasyi sempat mencari barang-barang tersebut di sekitar rumah, namun karena tidak kunjung ditemukan, ia memilih untuk mengikhlaskannya. Ia tidak pernah menyangka bahwa kejadian itu menjadi awal dari masalah yang jauh lebih besar, karena setelahnya semakin banyak barang yang raib.
Meski demikian, Tasyi sama sekali tidak menaruh curiga kepada karyawannya. Sampai sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuka semuanya.
Berawal dari Notifikasi Email
Seluruh tim Tasyi menggunakan iMac yang sama untuk login email. Suatu malam, salah satu anggota timnya tiba-tiba menerima notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku di ponselnya. Isi notifikasi tersebut memperlihatkan adanya transaksi penjualan barang.
Awalnya, transaksi itu terlihat biasa. Namun, ketika diperiksa lebih lanjut, barang yang tertera dalam transaksi ternyata adalah sepatu milik Tasyi yang sebelumnya hilang. Seketika, anggota tim tersebut mulai menelusuri email itu. Saat di-scroll, mereka menemukan lebih banyak bukti transaksi, satu per satu terungkap.
“Notifikasi kalau barang ini sudah terjual, dan pas dilihat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di-check dan ketika di-scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang,” tulis Tasyi, dikutip Minggu (9/8/2026).
Belasan Barang Diduga Sudah Dijual
Dari penelusuran sementara, setidaknya 12 barang milik Tasyi diketahui telah dijual. Yang lebih mengejutkan, hampir seluruh barang tersebut dijual melalui sumber yang sama. Tasyi mengungkapkan bahwa barang-barang itu diduga dikirim oleh karyawan melalui jasa ekspedisi ke salah satu toko jual beli barang branded yang cukup dikenal di media sosial.
Toko tersebut diketahui dapat menerima barang tanpa proses tatap muka secara langsung. Kondisi itu diduga membuat proses pengiriman dan penjualan barang menjadi lebih mudah dilakukan tanpa harus mempertemukan penjual dan pihak toko. Saat ditanya mengenai jumlah barang yang telah dijual, karyawan tersebut bahkan disebut tidak mengingat secara pasti.
“Pas ditanya berapa banyak, dia jawab ga inget karena banyak,” ungkap Tasyi.
Setelah mengetahui rangkaian transaksi tersebut, Tasyi akhirnya memutuskan membawa persoalan itu ke jalur hukum. Namun, baginya, kerugian yang dirasakan bukan hanya soal hilangnya koleksi branded. Ada sesuatu yang jauh lebih sulit untuk dikembalikan, yaitu kepercayaan.
Selama bekerja bersama, Tasyi mengaku telah membangun hubungan dan kepercayaan dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, mengetahui dugaan pengkhianatan tersebut membuatnya sangat terpukul. “Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari-hari penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika,” tulis Tasyi.