Tasyi Athasyia Rugi Rp500 Juta Akibat Pencurian oleh Karyawan

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Tasyi Athasyia Rugi Rp500 Juta Akibat Pencurian oleh Karyawan

Selebgram Tasyi Athasyia melaporkan dugaan pencurian yang dilakukan oleh karyawannya sendiri ke polisi. Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai lebih dari Rp500 juta setelah sejumlah barang bermerek miliknya raib secara bertahap selama setahun terakhir.

Tasyi, yang dikenal sebagai saudara kembar Tasya Farasya, mengungkapkan bahwa ia baru menyadari kehilangan tersebut pada Maret lalu saat merapikan koleksi tasnya. Saat itu, ia mendapati lima tas sudah tidak berada di tempatnya. Namun, ia sempat menganggapnya sebagai kehilangan biasa.

Kecurigaan semakin kuat ketika salah satu anggota timnya tidak sengaja melihat notifikasi email seorang karyawan yang berisi transaksi penjualan. Dari situ, mereka menemukan bahwa sepatu milik Tasyi telah dijual. Penelusuran lebih lanjut mengungkap setidaknya 12 barang milik Tasyi yang dijual melalui akun media sosial khusus jual beli barang branded.

Dalam unggahan Instagramnya, Tasyi menuliskan kekecewaannya. "DULU DI FITNAH DENGAN KEJI DAN HABIS2AN SAMA KARYAWAN SEKARANG DI CURI LEBIH DARI 1/2 MILYAR," tulisnya di akun @tasyiathasyia.

Ia juga mengenang pengalaman pahit sebelumnya ketika ia merasa difitnah oleh karyawan lain. Butuh waktu lebih dari tiga tahun baginya untuk kembali percaya kepada orang lain. Kini, kepercayaan itu kembali hancur.

"Butuh waktu lebih dari 3 tahun untuk aku bisa percaya lg sama org. Dan terulang Ig, kariawan aku masuk tanpa pengalaman, gajih nya dulu cuma 1 juta di kantor yg lama, disini aku naikan di atas umr dan dibonusin, dijajanin, diajak jalan2, dikasih ruangan fasilitas yg enak, taunya2 dia maling barang2 aku dan udh dilakukan selama 1 tahun," ungkapnya.

Tasyi mengaku sempat ingin memaafkan karyawan tersebut. Namun, karena tidak ada itikad baik dan karyawan itu terus berbohong, ia memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Sebenrnya aku udh niat mau maafin aja, cuma karena dia sama sekali ga ada etikat baik untuk ngaku dan bohong terus, plus mengigat kasus aku yang sebelumya, ketika kariawan salah Kita maafin malah setelah dimaafkam mereka malah nge fitnah aku... idnya aku putusim untuk laporkan ke pihak berwajib," jelasnya.

Setelah dihadapkan pada bukti, karyawan tersebut mengakui perbuatannya. Ia bahkan menyebut jumlah barang yang dijual lebih banyak dari yang diketahui, tetapi tidak ingat pasti karena jumlahnya banyak.

Bagi Tasyi, kerugian finansial bukan hal yang paling menyakitkan. Yang lebih berat adalah hancurnya kepercayaan yang telah dibangun.

"Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari2 penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika, semua memory2 indah yg dilewatin bersama rusak karena penghianatan, dan aku lagi2 masuk ke dalam lingkar ini," tuturnya.

Kini, Tasyi menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat berwenang dan memohon doa agar diberikan ketegaran.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags