Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Diduga Sakit Hati

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Diduga Sakit Hati

Seorang marbot masjid berinisial AS (65) ditemukan tewas bersimbah darah di sekitar Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis (6/8/2026) siang. Korban mengalami luka tusuk dan bacok di tubuhnya. Polisi kemudian menangkap Fajar Sugama (35) tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari hasil interogasi awal, polisi menduga pelaku menyimpan sakit hati terhadap korban. Pelaku sering merasa diperlakukan tidak semestinya, termasuk kerap dihina terkait kondisi ekonomi dan rumahnya.

"Ya, motifnya dugaan sementara hasil interogasi bahwa diduga pelaku ini sakit hati pada korban karena sering mendapat perlakuan yang tidak seharusnya didapatkan oleh si pelaku. Contohnya, si korban sering menghina pelaku terkait masalah ekonomi maupun kondisi rumah," ujar Febri di Mapolda Jabar, Sabtu (8/8/2026).

Polisi juga mendalami dugaan bahwa pelaku mengalami depresi saat kejadian. "Ada dugaan awal juga si pelaku dalam keadaan depresi, dugaan sementara," katanya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban hendak menuju masjid untuk azan Zuhur. Ketika membuka pagar, pelaku datang dari belakang dan langsung menyerang dengan senjata tajam tanpa berkata apa pun.

"Pada saat membuka pagar, si pelaku datang dari belakang. Dari belakang tanpa ngomong apa-apa langsung melakukan penganiayaan menggunakan benda tajam," kata Febri.

Setelah korban tersungkur dan tidak bergerak, pelaku langsung pergi. Beberapa warga menyaksikan kejadian itu, tetapi mereka takut untuk bertindak.

Polisi yang menerima laporan warga segera mendatangi lokasi. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan korban ditemukan dengan luka bacok yang jelas terlihat.

"Luka akibat bacokan ada, luka terbuka terlihat jelas pada tubuh korban. Diduga korban diserang berulang kali," ujarnya.

Pelaku kini telah diamankan dan masih bisa diajak berkomunikasi. Namun, polisi akan melakukan pemeriksaan kejiwaan jika diperlukan. "Untuk pelaku sementara masih bisa diajak berkomunikasi ketika kita periksa. Namun apabila ada kejiwaan, nanti akan kita lakukan pemeriksaan kejiwaan ke dokter kejiwaan," kata Made.

Made juga menyebut kondisi ekonomi pelaku yang belum bekerja menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi peristiwa ini. "Untuk itu terkait dengan kondisi ekonomi pelaku, di mana posisi pelaku ini masih tidak mendapatkan pekerjaan. Dan adanya ini korban ada perkataan yang mungkin tidak bisa kita sampaikan di sini karena itu berkaitan dengan pelaku juga, privasi pelaku," ujarnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags