Tak cuma laba, indikator kesehatan lain seperti EBITDA juga membaik. EBITDA perseroan naik 0,8 persen menjadi Rp26,59 triliun, dengan margin yang terjaga di angka 47 persen. Cukup sehat, memang.
Yang menarik justru datang dari performa kuartal akhir tahun. Laba bersih ISAT pada kuartal IV-2025 melonjak tajam, 86 persen, menjadi Rp1,9 triliun. Pendorongnya? Rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU berhasil terdongkrak ke level Rp44 ribu. Menurut catatan, ini adalah level ARPU tertinggi yang mereka raih sejak tahun 2022. Kabar baik, bukan?
Reaksi pasar pun tampak positif. Pada Selasa (10/2/2026), saham ISAT merespons laporan ini dengan menguat 4,27 persen ke level Rp2.200 per lembar. Kenaikan ini seperti pemulihan setelah sebelumnya terkoreksi 1,86 persen di awal pekan.
Artikel Terkait
Gejolak Timur Tengah Bekukan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang, Angola Jadi Pengecualian
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
Obligasi dan Sukuk RATU Tembus Oversubscription 6,8 Kali Lipat