Jakarta - Komnas HAM akhirnya mendapatkan gambaran lengkap soal kondisi medis Andrie Yunus. Aktivis KontraS itu masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta pasca disiram air keras. Selain dampak fisik, lembaga hak asasi manusia itu kini tengah mendalami luka psikologis yang dialami korban.
“Informasinya sangat mendalam sesuai dengan yang dibutuhkan Komnas HAM terkait dampak medis dan juga dampak psikologis,” kata Anis, Kamis (26/3/2026).
Data yang masuk dinilai sangat relevan dengan keadaan Andrie saat ini. Dari laporan RSCM, terungkap bahwa sekitar 40 persen area sklera mata kanannya mengalami iskemia alias kekurangan aliran darah. Kondisi ini memicu penipisan jaringan. Proses inflamasi atau peradangan pun masih berlangsung.
Tim dokter sudah bergerak cepat. Mereka melakukan operasi terpadu yang melibatkan spesialis mata dan bedah plastik. Tindakannya cukup kompleks: pemindahan jaringan intraokular, pemasangan membran amnion, hingga penanganan luka bakar lewat debridement dan cangkok kulit di beberapa bagian tubuh. Fokus utama saat ini adalah mempertahankan integritas bola mata kanan dan mengendalikan inflamasi. Semuanya dipantau ketat, terus-menerus.
Namun begitu, jalan pemulihannya masih panjang. Komnas HAM mencatat, korban masih membutuhkan operasi lanjutan dan perawatan berkelanjutan. Perkembangan kondisi matanya sendiri masih dianalisis, belum bisa disimpulkan.
Artikel Terkait
Kosovo Kalahkan Slovakia 4-3, Siap Hadapi Turki di Final Kualifikasi Piala Dunia
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham