Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (14/5/2026) waktu setempat, didorong reli saham teknologi di tengah perhatian investor terhadap pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru, sementara Dow Jones Industrial Average mendekati rekor tertingginya dan hanya terpaut sekitar 0,3 persen dari level penutupan sepanjang masa pada 10 Februari lalu.
Senior Portfolio Manager Dakota Wealth, Robert Pavlik, mengungkapkan bahwa reli pasar saat ini masih dibayangi kekhawatiran investor terkait keberlanjutannya. “Semua orang menanyakan hal yang sama, sampai kapan reli ini akan berlanjut? Banyak yang menikmati reli ini, tetapi pada saat yang sama juga gelisah,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2026).
Meskipun demikian, Pavlik menambahkan bahwa investor harus tetap berada di pasar agar dapat menikmati momentum kenaikan tersebut. “Anda harus tetap berada di pasar untuk bisa menang, bukan hanya duduk di pinggir dan melihat pasar mencetak rekor tertinggi baru,” katanya.
Pertemuan Trump dan Xi menjadi sorotan karena membahas sejumlah isu penting, mulai dari perdagangan, penjualan senjata AS ke Taiwan, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Pertemuan itu juga dihadiri CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang. Saham Nvidia melonjak 4,4 persen setelah pemerintah AS mengizinkan kembali penjualan chip H200 milik perusahaan tersebut ke perusahaan-perusahaan China. Kenaikan ini turut mengangkat saham teknologi dan sektor semikonduktor di Wall Street.
Portfolio Manager Founder ETFs, Michael Monaghan, menilai hubungan AS dan China tetap penting bagi perekonomian global. “Saya senang melihat kedua pemimpin berkolaborasi dan semoga hal ini berlanjut dalam kesepakatan jangka panjang,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, data penjualan ritel AS tercatat sesuai ekspektasi pasar, meskipun didorong oleh kenaikan harga bahan bakar akibat perang Iran. Sejumlah laporan inflasi terbaru juga memicu kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dapat menyebar ke sektor lain dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones naik 370,26 poin atau 0,75 persen ke level 50.063,46. S&P 500 menguat 56,99 poin atau 0,77 persen menjadi 7.501,24, sedangkan Nasdaq Composite naik 232,88 poin atau 0,88 persen ke level 26.635,22. Selain Nvidia, saham Cisco melesat hingga 13,4 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah perusahaan mengumumkan pemangkasan hampir 4.000 pekerja serta menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Di sisi lain, saham Boeing justru turun 4,7 persen meskipun Trump menyebut China sepakat membeli 200 pesawat Boeing.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat, Nvidia dan Cisco Dorong Reli Saham Teknologi
Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Investor Khawatirkan Kemampuan Ketua Baru The Fed Kendalikan Inflasi
Pemerintah Genjot Pembenahan Hulu Perikanan Lewat Kampung Nelayan Merah Putih Demi Kesejahteraan Nelayan
Kevin Warsh Resmi Dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed, Hadapi Tekanan Trump dan Inflasi yang Membandel