Pemerintah Genjot Pembenahan Hulu Perikanan Lewat Kampung Nelayan Merah Putih Demi Kesejahteraan Nelayan

- Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB
Pemerintah Genjot Pembenahan Hulu Perikanan Lewat Kampung Nelayan Merah Putih Demi Kesejahteraan Nelayan

Pembenahan sektor hulu perikanan terus digenjot pemerintah sebagai fondasi utama penguatan hilirisasi dan peningkatan kesejahteraan nelayan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa langkah strategis ini diwujudkan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan kawasan hulu, nelayan, rantai dingin, hingga konektivitas dengan industri pengolahan dan pasar.

Pernyataan tersebut disampaikan Trenggono saat mengunjungi Unit Pengolahan Ikan (UPI) PT Bintan Intan Gemilang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Kamis (14/5/2025). Kunjungan yang dilakukan bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, itu bertujuan meninjau kesiapan industri pengolahan dalam menyerap hasil tangkapan nelayan, termasuk dari kawasan KNMP, sekaligus memperkuat rantai pasok perikanan nasional.

“Kalau Kampung Nelayan Merah Putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” ujar Menteri Trenggono dalam kesempatan tersebut.

Menurutnya, tantangan utama sektor perikanan saat ini bukan terletak pada hilir atau pasar, melainkan pada pembenahan sektor hulu. Mulai dari produksi, penanganan ikan, hingga penguatan ekosistem nelayan menjadi prioritas yang harus segera diatasi.

“Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal pembenahan hulunya. Maka dari itu pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui program KNMP,” tambahnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan lebih dari seribu Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2026. Sementara pada tahun 2025 ini, pemerintah telah membangun 100 lokasi KNMP dengan estimasi serapan tenaga kerja mencapai 17.550 orang. Dari jumlah tersebut, 65 lokasi tahap awal telah selesai dibangun seratus persen.

Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan KNMP. Karakteristik wilayah kepulauan, tingginya aktivitas sektor perikanan, serta kedekatannya dengan jalur perdagangan internasional menjadi faktor pendukung. Sejumlah lokasi KNMP yang tengah dikembangkan antara lain berada di Natuna dan Batam.

Konsep KNMP dikembangkan berbasis klaster yang menghubungkan kawasan nelayan, sentra distribusi, pelabuhan perikanan, hingga unit pengolahan ikan dan pasar ekspor. Dengan sistem tersebut, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani lebih baik sejak pendaratan ikan hingga masuk ke rantai distribusi dan pengolahan, sehingga kualitas mutu hasil tangkapan terjamin.

Menteri Trenggono menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir. Dengan demikian, produktivitas dan kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara signifikan.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar