Ujang punya catatan menarik. Ia menyebut terpilihnya Thomas seolah mengulangi sejarah. Dulu, ada Darmin Nasution dan Agus Martowardojo yang juga berasal dari lingkungan Kementerian Keuangan, dan keduanya sukses menjalankan peran strategis di BI.
“Kalau melihat sejarahnya, ini bukan hal baru. Dulu Darmin Nasution dan Agus Martowardojo juga berasal dari Kemenkeu dan bisa menjalankan perannya di BI dengan baik. Jadi, Thomas Djiwandono mengikuti jejak pendahulunya,” jelas Ujang.
Pemahaman mendalam Thomas tentang persoalan fiskal dan ekonomi nasional, menurut Ujang, justru jadi nilai tambah. Hal itu dibutuhkan untuk memperkuat koordinasi kebijakan, terutama dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi.
“Sebagai mantan wamenkeu yang paham masalah, modal ini diperlukan untuk perbaikan ekonomi ke depan, khususnya di sektor perbankan dan stabilitas sistem keuangan,” tuturnya.
Di tempat terpisah, proses politiknya telah mencapai titik terang. Komisi XI DPR secara resmi telah menyepakati Thomas Djiwandono untuk menduduki posisi Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan keputusan itu diambil melalui musyawarah mufakat dan disetujui seluruh fraksi.
“Telah dilakukan kesepakatan melalui musyawarah mufakat dan diputuskan bahwa rapat internal Komisi XI diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono. Hari ini kita sepakati diputuskan bersama menjadi keputusan Komisi XI di rapat di komisi XI dan akan dibawa ke Paripurna DPR RI untuk disahkan dalam rapat paripurna besok,” kata Misbakhun kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (26/1).
Artikel Terkait
IHSG Tergelincir ke 8.921, Saham Blue Chip Terus Tertekan
BEI Ungkap Target: Danantara Siap Masuk Pasar Modal Tahun Ini
Gelombang Jual Saham Konglomerasi Menyapu Bursa, MSCI Jadi Biang Kerok
IHSG Tersungkur di Tengah Geliat Pasar Asia