Faktor lain yang tak kalah penting adalah konektivitas. Pembangunan infrastruktur transportasi mulai dari LRT, MRT, hingga jalan tol baru berlangsung masif. Semua itu, pada akhirnya, mendongkrak nilai investasi properti di kawasan-kawasan yang justru jadi fokus WINR.
Lantas, bagaimana modalnya? Yusmen mengaku persiapan pendanaan sudah matang. WINR telah mengamankan dukungan permodalan lewat kerja sama dengan sejumlah bank nasional ternama. Fasilitas modal kerja ini diharapkan bisa memastikan pembangunan berjalan lancar dan sesuai jadwal, tanpa mengorbankan kualitas.
Tapi WINR tak hanya fokus pada bangun fisik. Mereka juga memikirkan cara memudahkan calon pembeli.
Melalui kemitraan dengan perbankan, mereka menyiapkan skema KPR yang kompetitif. Bagi Yusmen, akses pembiayaan adalah kunci utama bagi konsumen.
"Selain kerja sama modal kerja, kami juga menjalin kolaborasi khusus dengan pihak perbankan. Tujuannya untuk memberikan benefit eksklusif bagi konsumen kami. Ini komitmen nyata: hunian berkualitas harus tetap terjangkau," jelasnya.
Dengan kombinasi lokasi strategis, kepastian pembangunan, dan kemudahan pembiayaan, WINR yakin tahun 2026 akan menjadi momentum transformasi besar bagi mereka. Mereka siap menyambut siklus baru di industri properti tanah air.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual