Proyeksi harga emas batangan, terutama produk Antam dan Galeri24, tampaknya bakal terus merangkak naik. Bahkan, ada prediksi yang cukup mengejutkan: pada kuartal kedua 2026 nanti, angka Rp 3 juta per gram bukan lagi sekadar angan-angan. Bisa jadi itu kenyataan.
Menurut analis Investindo, Ariston Tjendra, beberapa faktor kunci sedang bermain. Gejolak geopolitik global dan spekulasi soal langkah The Fed memangkas suku bunga AS menjadi pendorong utama.
"Untuk stabil di Rp 3 juta per gram, mungkin baru kuartal II. Peluang ke sana masih terbuka dengan ketegangan geopolitik yang makin meningkat yang dimotori oleh kebijakan politik dan militer Presiden AS Trump," jelas Ariston.
Ia menambahkan, "Faktor lain yang menjaga harga emas tetap tinggi adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS yang mungkin bisa sampai 75 basis poin."
Di sisi lain, tekanan dari dalam negeri juga tak bisa diabaikan. Pelemahan nilai rupiah, begitu kata Ariston, turut menyumbang lonjakan harga logam kuning ini. Lalu bagaimana dengan perak? Trennya disebut akan serupa, bahkan lebih liar.
"Tren harga perak biasanya mengikuti harga emas, laju kenaikannya bahkan bisa lebih besar karena perak lebih volatil dari emas. Mungkin karena harganya lebih murah dari emas," ujarnya.
Nah, buat kamu yang baru mau mulai berinvestasi di emas, Ariston punya pesan. Siapkan mental untuk jangka panjang, minimal di atas satu tahun. Tujuannya, buat mengantisipasi koreksi harga yang bisa datang tiba-tiba. Meski begitu, keyakinan bahwa tren naik akan berlanjut tetap kuat.
"Pastikan menggunakan dana yang memang disisihkan untuk investasi," tambahnya.
Artikel Terkait
IHSG Diproyeksi Mixed di Awal Pekan, Level 9.000 Jadi Tantangan Berat
DJP Buka Suara: Cashback Belum Tentu Kena Pajak
Batam Bangkit: Properti Menjadi Mesin Ekonomi Baru di Pintu Gerbang Singapura
IHSG Tergerus 1,33% Meski Volume Transaksi Melonjak 9%