Meski optimis, Hans tidak menampik adanya tekanan. Performa emiten diperkirakan akan mendapat tantangan serius di tahun 2025. Tapi jangan khawatir, angin segar diprediksi datang setahun kemudian.
"Situasi pasar saham akan sangat tinggi di 2026, karena isu-isu yang tadi saya sebutkan," tuturnya.
Pemulihan daya beli masyarakat pada tahun itulah yang diharapkan bisa mendongkrak semuanya.
Lalu, bagaimana proyeksi indeksnya? Hans memperkirakan IHSG akan bergerak naik menuju level psikologis 10.000. Tapi perjalanannya tak akan mulus.
"Arah IHSG itu menuju 10 ribu, biarpun dengan bear case itu ke 7500 dalam 12 bulan ke depan," jelas Hans.
Jadi, intinya arahnya naik, tapi volatilitasnya diperkirakan akan sangat tinggi. Investor harus siap dengan gejolak yang tajam dalam perjalanan menuju level tersebut.
Artikel Terkait
Emas Antam Tembus Rp 2,88 Juta, Danantara Siapkan Rp 220 Triliun untuk Investasi Strategis
Emas Tembus Rekor, Diproyeksi Capai USD 10.000 pada 2030
Bank of Japan Terjepit di Tengah Gelombang Politik dan Pasar yang Gelisah
Longsor di Grasberg Guncang Produksi Freeport, Pemulihan Baru Terasa 2026