Proyek Waste to Energy Danantara: Solusi Lingkungan Tanpa Ganggu Rencana PLN
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memastikan bahwa pengembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) tidak akan mengganggu proyek pembangkit listrik lain milik PT PLN (Persero).
Kapasitas PLTSa dalam Rencana Kelistrikan Nasional
Chief of Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa PLN memiliki Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan target penambahan pembangkit sebesar 69,5 GW. Total kapasitas dari 30 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang direncanakan Danantara hanya sekitar 500 MW, sehingga porsinya sangat kecil dan tidak mengganggu target pembangunan pembangkit utama oleh PLN.
Fokus Utama pada Penyelesaian Masalah Lingkungan
Pandu menekankan bahwa motivasi utama proyek ini adalah menyelesaikan permasalahan lingkungan di 33-34 kota yang telah diidentifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Setiap proyek PLTSa akan memiliki kapasitas 16-17 MW, dengan tahap awal akan dimulai di 7 kota/kabupaten.
Dukungan Regulasi dan Tahapan Proyek
Proyek WtE ini mendapatkan momentum setelah diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Danantara telah menyelesaikan Daftar Penyedia Teknologi (DPT) yang melibatkan 24 penyedia teknologi dari berbagai negara. Proses lelang proyek WtE di 7 kota rencananya akan dimulai pada 6 November 2025.
Aspek Komersial dan Dukungan Pemerintah
Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengungkapkan bahwa PLN sedang menghitung kebutuhan subsidi dan kompensasi untuk pembelian listrik dari proyek WtE, yang wajib dibeli dengan harga 20 sen per KWh. Perhitungan ini dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan.
Dengan kontribusi kurang dari 1% terhadap total rencana pembangkit dalam RUPTL, proyek Waste to Energy Danantara lebih menekankan pada pendekatan sosial dan lingkungan, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan untuk penanganan sampah perkotaan di Indonesia.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Melonjak, UBS Catat Kenaikan Tertinggi Rp111.000 per Gram
IHSG Melonjak 1,17 Persen di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Kompak Menguat
RUPSLB PT Raharja Energi Cepu Ditunda karena Tunggu Klarifikasi OJK
Pendapatan Bluebird Kuartal I 2026 Tembus Rp1,45 Triliun, Naik 11,6 Persen