Mulai sekarang, jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bakal sepi. Tak ada aktivitas naik turun gunung untuk sementara waktu. Keputusan ini resmi berlaku setelah surat edaran bernomor 01 tahun 2026 dikeluarkan pada 30 Januari lalu.
Menurut surat itu, penutupan akan berlangsung hingga 31 Maret 2026. Pemicunya sederhana tapi serius: cuaca ekstrem yang sedang melanda kawasan tersebut.
Informasi ini sendiri disampaikan langsung oleh pengelola taman nasional lewat akun Instagram mereka, @bbtn_gn_gedepangrango, pada Selasa (3/2).
"Penutupan dilakukan sebagai upaya antisipasi dan mitigasi risiko 𝗰𝘂𝗮𝗰𝗮 𝗲𝗸𝘀𝘁𝗿𝗲𝗺 yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung, sekaligus sebagai upaya merawat ekosistem kawasan TNGGP,"
Begitu bunyi pengumuman yang mereka sampaikan.
Intinya, semua kegiatan pendakian benar-benar dihentikan. Pengelola tak main-main dengan imbauan ini. Mereka secara khusus meminta masyarakat untuk patuh dan tidak coba-coba masuk.
"Selama masa penutupan, masyarakat diimbau untuk 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸𝗶𝗮𝗻 serta tidak mudah tergiur oleh informasi atau tawaran pendakian yang tidak sesuai ketentuan. Mari menjaga keselamatan bersama dengan merawat keberlanjutan ekosistem,"
Demikian penutup unggahan tersebut, sekaligus ajakan untuk lebih bertanggung jawab.
Jadi, bagi yang sudah rencanakan pendakian, sebaiknya tunda dulu. Keselamatan dan kelestarian alam, tentu saja, jauh lebih penting.
Artikel Terkait
Jorge Martin Rebut Pole Position MotoGP Belanda 2026, Dominasi Aprilia di Assen
Bukan Rumah, Tapi Kucing: Tempat Pulang yang Tak Pernah Menghakimi
Pramono Pastikan Proyek Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan
Pramono Ungkap Prioritas Sambut HUT ke-500 Jakarta: Transportasi Umum dan Air Bersih