Arema FC akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 atas Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan, Senin lalu. Tapi, kemenangan itu tenggelam oleh keributan hebat yang meletus usai laga. Suasana yang seharusnya biasa, berubah jadi ricuh.
Padahal, sepanjang pertandingan, Persijap sempat dua kali membobol gawang Arema. Sayangnya, kedua gol itu dianulir wasit Aidil Azmi. Iker Guarrotxena yang mencetak gol di menit kelima, lalu Gustavo Franca yang menyambut umpan Guarrotxena di menit 58, sama-sama gigit jari.
Gol kedua Franca inilah yang paling menyisakan polemik. Replay menunjukkan Guarrotxena berada dalam posisi offside tipis sebelum memberi umpan balik. Awalnya, wasit mengesahkan gol. Setelah berkomunikasi dengan wasit VAR, Sance Lawita, ia membatalkannya. Tapi kemudian, dalam hitungan detik, keputusan berubah lagi: gol tidak sah. Bingung? Pemain Persijap juga.
Protes pun meledak. Pemain dan ofisial di pinggir lapangan yang awalnya bersorak, langsung berubah marah. Mereka mendesak wasit untuk mengecek layang VAR. Namun Aidil Azmi tak bergeming. Gol tetap dibatalkan, tanpa ia melihat ulang rekaman.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang. Dan di sinilah keributan pecah.
Saat kedua tim hendak bersalaman, tensi langsung memanas. Adu argumen berubah jadi kontak fisik antara sejumlah pemain, termasuk Franca dan Guarrotxena, dengan kubu Arema. Bahkan pelatih Persijap, Divaldo Alves, turun tangan menarik anak asuhnya yang mulai berhadap-hadapan di bench lawan. Kericuhan masih berlanjut sampai wasit hendak meninggalkan lapangan.
Suasana makin panas karena emosi penonton ikut tersulut. Suporter di tribune VIP meneriakkan makian ke arah kubu Persijap. Beberapa pemain asing Persijap pun terpancing, menunjukkan gesture yang justru membuat penonton semakin geram. Beruntung, tim kepelatihan dari kedua belah pihak cepat meredakan, sehingga situasi tidak benar-benar meledak.
Dalam konferensi pers, Divaldo Alves tak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengecam kepemimpinan wasit yang dianggap merusak skema dan mental timnya.
"Ketika kita mau attack atau terakhir gol, ada satu penalti, (gol kedua) itu gol tadi tidak offside. Jadi saya nggak bisa komen lain-lain, karena yang saya lihat dua tim memang hari ini harus dapat satu sama atau kosong-kosong karena dua-duanya main bagus tadi,"
Alves bahkan membuka tabletnya di depan awak media. Ia memutar berulang rekaman gol Franca yang menurutnya jelas-jelas tidak offside.
"Gol tadi yang tidak offside, itu tidak offside jauh sekali. Tapi ada beberapa keputusan dari wasit mulai merusak mental kita. Saya tidak pernah omong tentang wasit, tidak pernah. Saya sudah main dari 2008, tidak pernah ngomong. Tapi ini kita tidak lawan Arema saja,"
Di sisi lain, gelandang Persijap, Wahyudi Hamisi, menyiratkan ada sesuatu yang tak terungkap. Ia mengaku mendengar percakapan wasit dengan VAR yang mencurigakan.
"Ada banyak kejadian di dalam lapangan yang mungkin orang di luar tidak tahu dan banyak juga yang referee ucapkan, yang orang di luar tidak tahu karena memang saya paling dekat dengan referee, ya itu,"
"Kalau yang tadi terjadi itu konsumsi saya pribadi. Saya yang tahu, karena saya yang paling dekat sama wasit, tidak saya sampaikan ke teman-teman media, biar saya saja yang tahu,"
Wahyudi mengakhiri pernyataannya dengan senyum yang membuat semua orang penasaran. Laga memang sudah usai, tapi rasa tidak puas dan tanda tanya besar masih menggantung.
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah di Red Bull Rookies Cup Spanyol, Raih Bonus Rp50 Juta
Arsenal Andalkan Ketajaman Gyokeres saat Hadapi Atletico di Leg Kedua Semifinal Liga Champions
Manchester City Tertahan oleh Everton, Arsenal Semakin Dekat dengan Gelar Juara Liga Inggris
Barcelona Satu Langkah Lagi Juara La Liga, El Clasico Lawan Real Madrid Jadi Penentu