Angka korban jiwa dari bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera masih terus merangkak naik. Menurut data terbaru dari BNPB, per Jumat kemarin, korban meninggal telah mencapai 1.137 orang. Mirisnya, masih ada 163 nama lainnya yang belum ditemukan, masuk dalam daftar pencarian.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan penjelasan ini langsung dari Graha BNPB di Jakarta Timur.
"Kemarin jumlahnya masih 1.135. Tapi ada penambahan laporan dari Aceh dan Sumbar, jadi totalnya sekarang 1.137 jiwa," ujarnya.
"Untuk yang masih hilang, tercatat 163 nama."
Di tengah kabar duka ini, setidaknya ada sedikit titik terang. Jumlah pengungsi ternyata mulai berkurang. Abdul menyebutkan, sebelumnya ada hampir 490 ribu orang yang mengungsi. Kini, angkanya turun menjadi sekitar 457 ribu jiwa.
Penurunan ini seiring dengan upaya pemulihan dan dibukanya kembali akses jalan yang sebelumnya terputus. Meski begitu, situasi tetap genting. Pencarian korban hilang sama sekali belum berhenti.
"Basarnas sudah menyatakan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan," tegas Abdul, menegaskan komitmen tim di lapangan.
Operasi itu difokuskan di kabupaten dan kota di tiga provinsi terdampak yang masih memiliki daftar orang hilang. Pekerjaan mereka di medan yang berat jelas belum usai.
Artikel Terkait
Banjir di Kendal Mulai Surut, 1.300 Rumah Terdampak
Mantan Menag Yaqut Ajukan Praperadilan atas Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
39 Warga Boven Digoel Mengungsi Pascapenembakan Pesawat oleh KKB
KKB Tembak Pesawat di Papua Selatan, Dua Pilot Tewas